Jokowi Minta Pangkas Perizinan di Daerah; "Hotel Dilengkapi Restoran, Diperlukan Izin Tersendiri untuk Restoran"

Kamis, 20 Oktober 2016 17:38 Ekonomi Bisnis

Bagikan

Jokowi Minta Pangkas Perizinan di Daerah;
Presiden Jokowi memberikan pengantar pada Rakor dengan Gubernur seluruh Indonesia di Istana Negara, Jakarta. (Humas/SN)
Jakarta, Semetonnews - Saat Rakor tertutup Gubernur Se-Indonesia, Presiden Jokowi meminta kepala daerah bisa memangkas soal perizinan yang menghambat investasi. Dikutip dari setkab.com, Jokowi juga mengkritik ruwetnya proses pengurusan perizinan di daerah, Kamis (20/10/2016).

Presiden memberikan contoh izin yang berkaitan dengan manufaktur dan industri, yang dikeluhkan para investor saat bertemu dirinya tadi pagi. “Mereka hitung izin itu hampir 2.000, lembarnya bisa sampai 20.000 lembar kalau dari pusat diurutkan sampai ke daerah. Kalau seperti ini kita terus-teruskan enggak akan tahan, investor enggak akan tahan,” tutur Presiden.

Karena itu, lanjut Presiden, indeks daya saing serta indeks kemudahan berusaha di Indonesia itu jauh sekali dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Ease of doing business di negara Indonesia masih ada pada peringkat 109. Dari yang sebelumnya peringkat 120, sementara Thailand pada peringkat 49, Malaysia 18, dan Singapura nomor 1.

“Ini perlu saya ulang-ulang supaya kita bisa melihat diri kita sendiri memang izin ini yang harus segera disederhanakan dan segera disimpelkan,” katanya. Contoh lain, untuk mendirikan bangunan yang ada parabolanya diperlukan izin tersendiri untuk urusan parabola, hotel membuat kolam renang diperlukan izin tersendiri untuk urusan kolam renang, ataupun hotel dilengkapi restoran juga diperlukan izin tersendiri untuk restoran.

“Kalau diteruskan kayak gini sudahlah, sudah, percuma kita me-marketing-i, memasarkan, menginformasikan bahwa negara kita ini ramah terhadap investasi, negara ini welcome pada investasi, praktiknya masih seperti ini,” kritik dia.

Editor: VR Nugraha