Ditempat Rumah Warga Duka, Kedua Kakek ini Saling Bacok‎

Rabu, 16 Maret 2016 13:34 Hukum & Kriminal

Bagikan

Ditempat Rumah Warga Duka, Kedua Kakek ini Saling Bacok‎
ilustrasi/Semetonnews
Buleleng, Semetonnews ‎ –Memalukan, apa yang dilakukan Putu Redana alias Kenik ( 60) dan ‎Jro Made Sukarata (57) warga ‎Dusun Taman Sari Urakan, Desa Sulanyah, Kecamatan Seririt, Buleleng. 

Keduanya saling pukul dan mengacungkan senjata tajam serta saling tikam. Ironisnya, kedua kakek yang satu kampung ini berkelahi disaat sedang besuk kerumah warga yang dalam keadaan kesukaan untuk perispan upacara ngaben.‎

Peristiwa naas ini, berawal keduanya melayat ke rumah duka almarhum Jro Mangku Runia, Selasa malam (15/3). Saat itu keduanya bersama warga lainnya, bermain kartu domino. Tiba-tiba Kenik langsung mengeluarkan kata-kata yang menyebut Jro Sukarata sebagai Jro Mangku Neraka.‎

Sontak saja membuat pelaku murka dan terjadi perang mulut sesaat hingga berlanjut pada perkelahian. Hingga keduanya saling mengambil sajam. Saat itu korban membawa celurit sedangkan pelaku menggunakan parang.

“Pelaku yang sudah menyesali perbuatannya karena melihat jelas temannya sudah tersungkur bersimbah darah akibat perbuatannya itu, langsung menyerahkan diri ke Mapolsek Seririt saat itu juga,” ujar Kapolsek Seririt, Kompol. Supriadi Rahman, Selasa (15/3).

Usai pelaku menyerahkan diri, Anggota Polisi Polsek Seririt langsung mendatangi TKP. Di TKP, Polisi menemukan barang bukti berupa tiga buah pedang dan sebuah celurit. 

“Korban saat itu sudah tersungkur dan bersimbah darah. Kemudian korban dilarikan ke Rumah sakit, karena mengalami luka cukup parah,” jelasnya.

Korban Putu Kenik mengalami luka bacok dibeberapa bagian tubuh, mendatangi rumah sakit Shanti Graha Seririt sekitar pukul 03.30 wita, dengan luka yang cukup parah. Karena lukanya yang cukup parah, pihak RS Shanti Graha merujuknya ke RSUD Singaraja. Namun semua rumah sakit penuh, sehingga korban memilih pulang sendiri, untuk menjalani rawat jalan.

”Lukanya cukup parah, robek pada kepala, lengan kanan dan kiri, punggung dan kaki. Sehingga, harus di rujuk ke RSUD Buleleng. Tapi, karena semua rumah sakit bilang penuh. Akhirnya, pasien lebih memilih pulang sendiri, untuk rawat jalan,” tutur Humas Rumah Sakit Shanti Graha Seririt, Ketut Sri Wahyuni.‎

Penulis : Kadek Ari Setun 
Editor : Paksi Jalantaka