Tidak Terima Terdakwa Divonis Percobaan, Jaksa Ajukan Banding

Kamis, 20 Oktober 2016 20:30 Hukum & Kriminal

Bagikan

Tidak Terima Terdakwa Divonis Percobaan, Jaksa Ajukan  Banding
Tiga orang terdakwa yang divonis percobaan (Dok/SN)
Denpasar,Semetonnews-Jaksa Penuntut Umum (JPU) Susantini akhirnya menyatakan banding atas vonis percobaan yang dijatuhkan majelis hakim terhadap tiga terdakwa, Edwin Hartono Kwanarta (ayah), Ni Ketut Erawati (ibu), dan Ivan Saputra Kwanarta. Hal ini ditegaskan Jaksa Susantini yang ditemui di PN Denpasar, Kamis (20/10/2016) sore.

"Kami sudah menyatakan banding,"tegas Jaksa Susantini. "Memori banding masih kami susun, kami masih mempunyai waktu seminggu,"imbuh Jaksa Kejati Bali itu. Dengan menyatakan banding, otomatis putusan hakim Ni Made Purnami terhadap tiga terdakwa belum berkekuatan hukum tetap.

Artinya, rencana kuasa hukum Debby Natalia, Reydi Nobel untuk menjadikan putusan hakim sebagai bukti tambahan dalam sidang gugatan kandas. Seperti diberitakan sebelumnya, Reydi Nobel usai vonis terhadap tiga terdakwa mengatakan, dengan divonis bersalah, maka pihaknya akan menggunakan putusan hakim sebagai bukti tambahan."Putusan hakim nanti bisa kita jadikan bukti tembahan di sidang perdata,"kata Reydi Nobel waktu itu.

Tapi karena jaksa menyatakan banding, makan putusan empat bulan dengan masa percobaan enam bulan dari majelis hakim Ni Made Purnami terhadap ketiga terdakwa belum belum berkekuatan hukum tetap, sehingga belum bisa dijadikan bukti.

Seperti diberitakan sebelumnya, ketiga terdakwa, Edwin Hartoni Kwanarta (ayah)  Ni Ketut Erawati (ibu)  dan Ivan Saputra Kwanarta (anak) dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana memberi keterangan palsu dimuka sidang.

Karena itu, majelis hakim PN Denpasar pimpinan Ni Made Purnami menjatuhkan hukuman empat bulan penjara dengan masa percobaan selama enam bulan. Dalam amar putusanya, majelis hakim menyatakan sependapat dengan jaksa yang menyebut terdakwa terbukti melakukan tindak pidana memberi keterangan palsu dimuka sidang.

Terdakwa terbukti melanggar Pasal 242 ayat (1) Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.Tapi setelah mempertimbangkan hal yang memberatkan dan meringankan, majelis tidak sependapat dengan lamanya hukuman penjara sebagaimana tuntutan jaksa.

Reporter : Maria Gracia