Vape Makin Digandrungi Anak Muda Bali, Gess….

Jumat, 21 Oktober 2016 19:47 Sport & Life Style

Bagikan

Vape Makin Digandrungi Anak Muda Bali, Gess….
Pengguna Vape, Pamox (Nike-SN)
Denpasar, Semetonnews - Popularitas rokok elektrik atau vape kini kian meningkat. Tak terkecuali di Bali. Banyak anak muda yang beralih dari rokok tembakau ke rokok elektrik. Selain harga yang terjangkau, rokok yang memiliki beragam rasa ini memiliki taste yang berbeda dibandingkan rokok biasa. Varian rasa yang unik mulai dari rasa cotton candy hingga pizza, membuat peminat rokok elektrik tersebut semakin banyak.

Alat yang dioperasikan dengan penggunaan baterai tersebut, tetap menggunakan nikotin dan air sehingga menghasilkan uap.

Wisnu, seorang pengguna rokok elektrik yang ditemui di sebuah restoran cepat saji di Denpasar mengatakan rokok elektrik lebih ringan dibandingkan rokok tembakau “Di dada rasanya tak terlalu berat. Selain itu tak menimbulkan bau mulut seperti pada rokok biasa,” ujarnya saat diwawancara pada Jumat (21/20/2016). 

Hal senada disampaikan Ari. Mahasiswa di sebuah perguruan tinggi negeri di Denpasar ini mengungkapkan, rokok elektrik memiliki gaya tersendiri. Ia merasa lebih percaya diri saat merokok menggunakan rokok elektrik. “Vape itu lebih keren dan gaul, rasanya enak dan saat merokok menghembuskan banyak asap dan diperhatikan orang saya merasa senang,” pungkasnya. 



Koordinator Bali Tobacco Control Initiative (BTCI), Made Kerta Duana SKM MPH mengatakan, kehadiran rokok elektrik ini merupakan bentuk pergeseran bagi kalangan muda dan wanita dalam perilaku merokok.

“Perilaku merokok pada remaja dan wanita itu meningkat, tapi ada pergeseran dari gaya. Ada potensi mereka untuk tidak merokok, tapi ada budaya baru seperti vape yang terlihat lebih keren,” ujarnya.

Tambahnya, kebanyakan pengguna memilih rokok elektrik dengan alasan mengubah perilaku merokok, dengan mengganti rokok yang berbahan tembakau. Dan, seolah-olah berpikir bahwa rokok elektrik ini lebih aman dibandingkan rokok tembakau.

“Kebanyakan anak remaja yang mengadopsi gaya ini, karena barang ini terbilang lebih mahal dibandingkan rokok tembakau, sehingga mereka bukan melepas kebiasaan merokoknya tapi lebih merubah gaya dan tuntutan modernitas,” sebut dia. 

Reporter: Angga Wijaya
Editor: Wawan Nike