Meriahnya Ritual Ngerebeg di Gianyar Diikuti Ratusan Anak-anak 

Rabu, 16 Maret 2016 14:14 Budaya & Pendidikan

Bagikan

Meriahnya Ritual Ngerebeg di Gianyar Diikuti Ratusan Anak-anak 
ritual ngrebeg Tegalalang Gianyar. (Nana/Semetonnews)
Gianyar,Semetonnews – Ratusan anak dan remaja di Desa Pakraman Tegallalang, Gianyar, menggelar ritual Ngerebeg, Rabo (16/3)  siang.  Ritual ini merupakan simbol kehadiran Bhutakala atau wong samar yang menjadi bagian prosesi Nyadnya di Pura Duur Bingin, Tegallalang.

Sejak pagi, anak–anak di desa Pakraman Tegallalang sudah mulai mengjias wajahnya secra berkelompok.  Mereka berkreasi dengan rupa-ruga seram  agara identitasnya tidak diketahui.   

“Anak-anak mencoba mengekpresikan sebuah keburukan sebagai akibat perbuatan gelap manusia yang  terjabarkan dalam Sad Ripu. Yakni  enam musuh yang ada di dalam diri manusia, “ ungkap Gusti Mangku Lingsir Duur Bingin.

Dari keyakinan  masyarakat  setempat, diantara anak-anak itu,  akan ada kehadiran wong samar. Diyakini pula wong samar merasuki     anak-anak, sehingga  harus diberlakukan istimewa. 

“Hal ini dibuktikan saat disajikan santap siang bersama yang disebut katuran pica, anak-anak ini terus minta nambah, padahal sajiannya sudah melebihi porsi orang dewasa,”jelas Mangku Lingisr.

Bendesa  Desa Pakraman Tegallalang, I  Made Jaya Kusuma menyebutkan dari tampilan anak-anak ini, setidaknya telah mewakili niat kesadaran.  Bahwa, anak-anak yang masih diselimuti stabil, akan selalu dibayangi akibat buruk.  Gambaran ini secara tidak langsung disosailsasikan dari konvoi kelilaing desa.  

Tradisi ngerebeg, lanjutnya  dilaksanakan secara turun temurun serangkaian upacara di pura setempat. Saat berkeliling desa, paserta dihaturkan sesajen di tiap-tiang pura dan kuburan yang dilewati. Pada kesempatan ini secara perlahan, sifat-sifat buruk dinetralisir. Hingga kembali ke pura, pikirannya diharapkan sudah jernih. Sehingga  upacara terlaksana dengan  niat yang tulus dan ikhlas.  

Penulis : Nyoman Nana Devada
Editor : Paksi Jalantaka ‎
 ‎