Keluarga Korban “Ertyga Maut” Sebenarnya Iklas, Tapi Ini Yang Bikin Keluarga Marah

Jumat, 21 Oktober 2016 23:25 Hukum & Kriminal

Bagikan

Keluarga Korban “Ertyga Maut” Sebenarnya Iklas, Tapi Ini Yang Bikin Keluarga Marah
Keluarga korban kecelakaan, Arif Neo Kana. (Robi/Semetonnews.com)
Denpasar, Semetonnews – Arifi Neo Kana, saudara tiri dari Tinus Ayub (alm) korban kecelakaan maut yang terjadi di Jln Umum Banjar Blahtanah Desa batuan Kaler, Sukawati – Gianyar lalu mengaku sesungguhnya telah iklas. Namun, perlakuan tidak adil dan arogansi pemilik mobil Ertyga kepada keluarga korban saat bertemu di Polres Sukawati membuat keluarga marah. Bahkan sang pemilik mobil ketika mengaku anak jendral polisi, mantan Wakapolda Bali.

Tidak hanya ngaku anak jendral, bahkan pemilik mobil sempat menyalahi korban. Hal ini sangat disesali keluarga korban. Bukannya bersimpati atas kematian korban malah mengaku pusing dengan kasus ini. “Kami dari keluarga sebenarnya iklas, tapi kok malah dia mengeluh dan bilang kalau mau ribut ya ribut,” kata Arifi Neo Kana, saat ditemui di Denpasar, Jumat (21/10/2016). 

Pria yang akrab disapa Dule ini mengaku heran pelaku tabrakan dibiarkan bebas berkeliaran. Padahal korban yang meninggal adalah manusia.  “Kalau di kampung saya, tabrak ayam saja pelakunya pasti cari tahu ini ayamnya siapa terus utus orang ke keluarga korban untuk bicara, tapi ini kami orang susah diperlakukan begini,” katanya sesenggukan.

Selain kesedihan yang mendalam akibat kehilangan saudara, saat menangani almarhum Ayub, keluarga kebingungan mencari biaya untuk biaya rumah sakit dan memulangkan jenasah ke kampung halaman. Bersyukur banyak pihak dengan caranya membantu. Karena itu keluarga berharap ada keadilan dalam penangan kasus tabrakan ini. 

“Kami cukup kesulitan pulangkan jenasah ke kampung, waktu di rumah sakit bingung.  Sekarang kami hanya inginkan keadilan hukum,” kata Dule.

Reporter   : Robinson Gamar