Polres Gianyar Gelar Rekonstruksi “Ertyga Maut”, Ini Kejanggalan Yang Ditemukan

Sabtu, 22 Oktober 2016 13:11 Hukum & Kriminal

Bagikan

Polres Gianyar Gelar Rekonstruksi “Ertyga Maut”, Ini Kejanggalan Yang Ditemukan
Suasana rekonstruksi kecelakaan "Ertyga Maut". (Robi/Semetonnews.com)
Denpasar, Semetonnews - Jajaran Satlantas Polres Gianyar akhirnya menggelar rekonstruksi kecelakaan “Ertyga Maut” pada Sabtu (22/10/2016) di lokasi tempat kejadian perkara, Jln Umum Banjar Blahtanah Desa batuan Kaler, Sukawati - Gianyar. Berlangsung mulai pukul 11.00 Wita, rekonstruksi memperagakan sekitar 13 adegan dengan melibatkan sejumlah pihak. Antara lain, sopir mobil Suzuki Ertiga, 2 orang saksi yang turut berada dalam kendaraan serta saksi dari pihak korban.

Sementara Tinus Ayub digantikan oleh salah seorang petugas dari Polres Gianyar. Dalam proses ini diperagakan korban melaju dari arah Ubud menuju Denpasar. Sedangkan mobil Ertyga melaju dari arah sebaliknya. Setibanya di TKP motor yang dikendarai Ayub tiba-tiba terpelanting ke jalur kanan. Ayub kemudian tergelak di tengah jalan, sedangkan sepeda motor yang dikendarainya terseret dan menghantam mobil Ertyga.

Pantauan Semetonnews.com di lokasi rekonstruksi terdapat sejumlah kejanggalan. Sepeda motor terseret dengan posisi sisi kiri bergesekan dengan aspal, sedangkan knalpot yang terletak di sisi kanan menghadap ke atas. Namun anehnya kondisi motor sisi kiri sangat mulus. Tidak terdapat lecet atau kerusakan parah walau sempat menimbulkan goresan panjang di aspal. Sebaliknya kerusakan parah justru terjadi pada  sisi kanan khususnya pada bagian knalpot dan roda belakang. 

Selain itu dalam rekonstruksi ini tidak ditunjukan penyebab mengapa sampai Ayub jatuh terpelanting ke aspal. Hal inilah yang menjadi catatan khusus tim pengacara korban dari BAHUHAM Flobamora Bali Yulius Benyamin Seran. “Dari proses rekonstruksi tadi sama sekali tidak ditunjukan apa yang menyebabkan sepeda motor korban sampai jatuh terpelanting bahkan sempat terseret ke sisi kanan jalan,” kata Yulius saat dikonfirmasi usai proses rekonstruksi.

Namun, Yulius tetap menyerahkan proses hukum pada pihak kepolisian dengan pengawalan dari pengacara korban. Proses rekonstruksi menurutnya bukanlah akhir dari segala-galanya. Tentu ada proses lanjutan dalam rangka mengungkap kebenaran peristiwa naas tersebut.

Semetara itu secara terpisah Kasat Lantas Polres Gianyar I Gede Eka Putra Astawa enggan memberikan keterang soal proses rekonstruksi tersebut. menurutnya soal jalannya rekonstruksi media dapat menulis sesuai pengamatan langsung saat proses rekonstruksi berjalan. “Kapolres tidak mengijinkan untuk memberikan keterangan, kalau media ingin memuat silahkan sesuai dengan proses rekonstruksi yang ada di TKP,” kata Astawa singkat.

Untuk diketahui pada Minggu (16/10/2016) lalu Ayub menjadi korban tabrakan yang terjadi di Jln Umum Banjar Blahtanah Desa Batuan Kaler, Sukawati - Gianyar. Ayub yang mengendarai sepeda motor ketika itu ditabrak mobil Ertyga dengan nomor polisi DK 1187 KP yang dikemudikan oleh I Nyoman Sudiasa asal Tampaksiring. 

Kasus kecelakaan ini sempat heboh khususnya di kalangan netizen akibat ulah seorang oknum yang mengaku sebagai pemilik mobil adalah anak jendral, mantan Wakapolda Bali. Belakangan diketahui yang bersangkutan memang dekat dengan salah seorang mantan Wakapolda Bali tapi tidak berstatus sebagai anak.


Reporter  : Robinson Gamar