Tolak Program DLP, Puluhan Dokter Menggelar Demo

Senin, 24 Oktober 2016 15:39 Nasional

Bagikan

Tolak Program DLP, Puluhan Dokter Menggelar Demo
Suasana demo puluhan dokter menolak program DLP di Wantilan DPRD Bali, Senin (24/10).(Angga-SN)
Denpasar, Semetonnews-Puluhan dokter menggelar demo di Wantilan DPRD Bali, Senin (24/10/2016). Para dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ini melakukan aksi demo guna menolak program Dokter Layanan Primer yang digulirkan pemerintah.


dr. Tibu Bening, Koordinator Aksi mengatakan , IDI sepenuhnya mendukung rencana pemerintah untuk memperkuat  pelayanan primer, namun pembentukan profesi baru yang dipaksakan  melalui pendidikan formal menurut IDI tidak saja tidak menyelesaikan akar masalah dan boros tetapi juga mempunyai dampak negatif yang luas. 


“Pendidikan Dokter Layanan Primer (DLP) telah membawa polemik yang berlarut-larut. Berbagai pertemuan telah diupayakan, namun tetap tidak ada titik temu yang bisa diterima oleh semua pihak. Bahkan di hari-hari terakhir ini ranah media diramaikan oleh berita DLP, seolah-olah IDI berhadapan diametrikal melawan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi,” ujarnya.  


Ia menambahkan, bila situasi ini tidak segera diselesaikan akan timbul hal-hal lain yang lebih menyulitkan. “IDI menolak pendidikan DLP karena belum ada kejelasan status DLP, kepentingan kelompok yang saling tarik-ulur, ketidakadilan yang dirasakan oleh para dokter, keengganan untuk meninggalkan zona nyaman, dan ketidakjelasan arah pengembangan karir dan mungkin juga sedikit ketidakkepercayaan korp dokter pada penggagas dan lembaga penyelenggara pendidikan DLP,” sebut dia. Selain itu, menurut IDI masih banyak hal yang lebih penting dan perlu diprioritaskan dalam menyelesaikan masalah sistem pelayananan kesehatan yang ada. 


Aksi demo yang dijaga ketat puluhan personel polisi ini dimulai pukul 09.00 Wita, diisi dengan orasi beberapa dokter yang pada intinya menolak program DLP karena merupakan pemborosan. Mereka mendesak pemerintah untuk memperbaiki dulu sarana dan prasarana kesehatan termasuk ketersediaan obat, bukan malah membuat program baru seperti DLP. 


Aksi damai para dokter ini  dterima oleh anggota DPRD Bali yang dilanjutkan dengan hearing atau dengar pendapat yang diwakili oleh 15 perwakilan dokter peserta demo. 




Reporter: Angga Wijaya