Terima Salinan Putusan, Jaksa Segara Eksekusi Kasus Sembilan Pilar

Senin, 24 Oktober 2016 19:32 Hukum & Kriminal

Bagikan

Terima Salinan Putusan, Jaksa Segara Eksekusi Kasus Sembilan Pilar
Ketut Maha Agung
Denpasar,Semetonnews-Polemik soal salinan putuas kasasi kasus yang menjerat bos PT. Simbilan Pilar I Made Wirata berakhir sudah. Pasalnya, salinan putusan yang dikabarkan "nyangkut" itu akhirnya sampai juga ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar.

Hal ini seperti diungkap Kasipidum Kejari Denpasar, Ketut Maha Agung, Senin (24/10/2016) siang. Maha Agung mengatakan, pihaknya sudah menerima salinan putusan kasasi dari MA. Namun Maha Agung mengatakan belum membaca isi salinan putusan itu."Tadi staf saya mengatakan salinan putusan kasus sembilan pilar sudah diterima, tapi saya belum baca,"tegasnya kepada wartawan.

"Besok setelah saya baca baru saya kabari lagi ya,"lanjut pejabat asal Buleleng itu. Sementara itu, dari sumber internal Kejaksaan menyebut, putusan kasasi dari MA berbeda dengan apa yang disebut-sebut sebelumnya. Terutama terkait barang bukti kapal tengker yang berisi solar. Menurut sumber tadi, barang bukti itu dikembalikan kepada terdakwa.

"Saya belum baca, jadi saya belum tahu isinya seperti apa. Jadi tunggu besok ya,"kata Maha Agung meyakinkan wartawan. Namun yang pasti, kata Maha Agung, Made Wirata selaku terdakwa dalam kasus ini sudah menerima dan sudah menandatangani."Sudah ditandatangani oleh terdakwa,"lanjutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, terkait kasus ini, sempat beredar kabar bahwa, barang bukti baik itu mobil tangki maupun kapal tenker sempat dipinjampakaikan kepada Made Wirata. Atas hal itu, Kejari Denpasar yang saat itu dipimpin oleh Emanuel Zebua sempat didemo oleh massa yang mengatasnamakan AMUK Bali.

Tak hanya itu, ada pula kabar bahawa, putusan kasasi dari MA sudah lama turun namun mengihilang.  Diberitakan pula, kasus BBM bersubsidi dengan terdakwa Made Wirata ini sudah diputus di MA pada 13 Januari lalu. Sementera putusan kasasi yang dimuat dalam website MA tersebut, terdakwa Dirut PT Sembilan Pilar (SP), I Made Wirata, dijatuhi hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 20 miliar, serta satu kapal tanker dirampas untuk negara.

Putusan ini sendiri jauh dari putusan PN Denpasar dan PT Denpasar sebelumnya. Pada 19 Mei 2014, majelis Pengadilan Negeri (PN) Denpasar hanya menjatuhkan hukuman 6 bulan penjara dan denda Rp 224 juta. Selain itu, kapal tanker dan truk tangki juga dikembalikan ke Wirata.

Atas hal itu, jaksa lalu banding dan dikabulkan. Majelis hakim tinggi PT Denpasar menyatakan terdakwa I Made Wirata terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana ‘menyalahgunakan pengangkutan dan niaga Bahan Bakar Minyak yang disubsidi Pemerintah dan menggunakan surat palsu sebagaimana dimaksud dakwaan kedua pasal 263 ayat 2 KUHP.

Oleh karena itu, majelis hakim PT Denpasar menjatuhkan pidana kepada terdakwa I Made Wirata dengan pidana penjara selama satu tahun dan denda sebesar Rp 500 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan kurungan selama enam bulan.

Selain itu, barang bukti berupa enam unit truk tangki dan BBM jenis solar sejumlah 38.400 liter dirampas untuk Negara. Kedua pihak lalu mengajukan kasasi dan akhirnya kasasi jaksa yang dikabulkan.

Reporter : Maria Gracia