Sobek Dan Komisi 1 Sepakat Hadirkan Polda Bali Dan Pelapor Kasus Aridus

Senin, 24 Oktober 2016 22:52 Politik

Bagikan

Sobek Dan Komisi 1 Sepakat Hadirkan Polda Bali Dan Pelapor Kasus Aridus
Pernyataan Sikap Sobek diserahkan Kepada Komisi I, Senin (24/10)(ist-SN)
Denpasar, Semetonnews - Kasus Aridus telah membuat keresahan bagi publik dalam berekspresi, kenyataannya dalam Kasus Status Don Bingin yang ditulis akun Facebook Aridus Jiro milik Made Sudira jelas bahwa hal itu tak mengandung/ mengarah dalam unsur Pidana, sesuai keterangan ahli bahasa UI yang dihadirkan Direskrimsus Polda Bali saat menangani kasus ini. 

Meskipun SP2HP kasus ini telah diberikan kepada pelapor, atas dasar alat bukti yang tidak cukup untuk menarik ke unsur pidana namun pemeriksaan kali kedua kembali dilakukan Polda Bali, pada 6 Oktober 2016.

Nyoman Mardika selaku Koordinator Sobek dalam pertemuan bersama Komisi 1 DPRD Provinsi Bali menekankan jangan sampai kasus seperti ini justru membuat mereka (Pelapor) semakin sewenang wenang, pemahaman bahwa kebebasan berekspresi telah dijamin dalam undang undang nyatanya tidak berjalan, ditekankan oleh Mardika, " mestinya sudah dipahami dengan perkembangan media sosial yang sedemikian modern, orang bisa menjadi wartawan, bisa mempublikasikan tulisan, bisa menjadi reporter bahkan Pimred sekaligus, tidak menunggu harus bekerja di media, "jelasnya. 

Mardika pun berharap dalam hearing yang akan digelar komisi I dengan Polda Bali  juga dihadirkan Pelapor kasus Aridus tersebut. 

Agus Samijaya, dari PBHI pun juga menambahkan betapa pentingnya kembali dicermati proses pelaporan dalam kasus ini, ia jelaskan bahwa dalam prosedural pelaporan sudah tidak prosedural, dimana Pelapor yang merasa dirugikan diwakilkan, padahal semestinya Pelapor yang harus datang sendiri untuk melaporkan, "  pemeriksaan kembali dilakukan 8-10 jam coba bayangkan itu orang tua, kita yang masih muda saja bisa gugup, ada kesan dipaksakan kasus ini, dan ini harus jelas," katanya.

Sobek sendiri adalah elemen  masyarakat yang peduli atas kebebasan berekspresi yang akhir akhir ini kembali terkekang, yang tergabung didalamnya antara lain LSM, Eksponen Jurnalis, LBH, dan SEAPA.

Reporter: Wawan Nike