Sebenarnya Warga Bali Sudah Nyaman Dengan JKBM, Tapi...

Rabu, 16 Maret 2016 15:56 Sosok

Bagikan

Sebenarnya Warga Bali Sudah Nyaman Dengan JKBM, Tapi...
Ketua UPT Jaminan Kesehatan bali mandara (JKBM) Provinsi Bali ir. IGAP Mahadewi.M.Kes (kanan). (Robi/Semetonnews)

Denpasar, Semetonnews- Ketua UPT Jaminan Kesehatan bali mandara (JKBM) Provinsi Bali ir. IGAP Mahadewi.M.Kes mengatakan proses integrasi JKBM ke Jaminan Kesehatan nasional (JKN) sesuai dengan regulasi yang mengatur secara nasional. Diakui Mahadewi, proses integrasi ini bisa saja menimbulkan ketidaknyamanan, pasalnya pengguna JKBM di Bali sudah cukup merasa nyaman. Tapi dengan proses integrasi harus melakukan penyesuaian lagi.


Hal ini dikatakan Mahadewi dalam acara sosialisasi Perpres nomor 19 Tahun 2016 tentang penyesuaisan iuran untuk keberlangsungan program JKN, di Kantor BPJS Regional Bali, Rabu (16/3/2016). “Sesungguhnya Bali sudah berada dalam zona nyaman dengan JKBM, tapi karena regulasi mau tidak mau harus mengikuti proses integrasi ke JKN,” kata Mahadewi.


Karena itu, proses integrasi JKBM ke JKN merupakan konsekuensi Bali sebagai bagian dari NKRI. Proses integrasi ini akan berlaku pada Desember 2016. Proses integrasi ini memang sempat menimbulkan polemic, pasca penolakan DPRD Bali atas roses integrasi tersebut. DPRD menilai proses integrasi justru menilai hanya akan merugikan masyarakat.


Atas penolakan ini, Mahadewi enggan berkomentar. Menurutnya hal itu merupakan ranah DPRD dan Gubernur selaku kepala daerah. Namun, Mahadewi menganalogikan proses proses JKBM seperti ikan yang hidup dalam satu kolam. Dalam proses integrasi ada proses pemisahan antara “ikan kecil” dan “ikan besar”.


“Proses integrasi ibaratnya memisahkan ikan gar ditempatkan di kolam-kolam sesuai jenisnya, tapi Gubernur Bali tidak ingin proses ini membuat kolam jadi keruh,” kata Mahadewi.


Penulis   : Robinson Gamar