Polda Bali Dinilai Lelet Tangani Kasus Jual Beli Rumah Fiktif

Rabu, 26 Oktober 2016 11:11 Hukum & Kriminal

Bagikan

Polda Bali Dinilai Lelet Tangani Kasus Jual Beli Rumah Fiktif
(Ilustrasi/Semetonnews.com)
Denpasar, Semetonnews – Bisnis property sempat booming di Pulau Dewata dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Namun sayang, masyarakat kerap menjadi korban penipuan agen-agen property. Seperti yang dialami I Made Bakti Wiyasa. Setelah merogoh kocek Rp 250 juta pada tahun 2012 lalu kemudian diserahkan kepada I Gusti Agung Bagus salah satu agen property.

Apes bagi Wiyasa, uang sudah diserahkan tapi rumah yang dijanjikan ternyata tidak ada. Bisa dibilang rumah yang diperjual belikan ternyata fiktif. Kondisi ini diperparah Polda Bali yang dinilai lelet dalam menyelesaikan kasus penipuan ini. Dilaporkan 2013 lalu, tapi polisi baru melakuan gelar perkara setelah penasehat hukum pelapor menyurati Kapolda Bali.

“Polisi sangat lelet menyelesaikan ini, masa gelar perkara dilakukan setelah tiga tahun, itupun setelah kami menyurati Kapolda,” kata Daniar Trisasono, SH., selaku pengacara I Made Bakti Wiyasa pada Selasa (25/10/2016) di Denpasar. Anehnya lagi terlapor tidak ditahan.

Padahal sebagaimana tercantum Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) terlapor telah memenuhi unsure dijerat dengan padal pasal 372 dan 378 KUHP. Pasal 372 mengatur tentang penggelapan sedangkan 378 tentang penipuan.

“harusnya terlapor sudah ditahansetelah mediasi gagal,” kata Daniar. Untuk diketahui pelapor sempat diming-imingi ganti rugi dengan menggunakan cek. Namun, saat pelapor akanmencairkan cek tersebut ditolak pihak bank karena cek tersebut kosong. Selanjutnya sempat dilakukan mediasi, tapi pelapor menolak. Pasalnya urusan sebenarnya sederhana, kembalikan uang Rp 250 juta.

“kami menolak mediasi karena sederhana masalahnya, kembalikan saja uang 250 juta itu maka persoalan selesai,” kata Daniar.

Reporter   : Robinson Gamar