Cabuli Tiga Anak, Om Sumba Dituntut 11 Tahun Penjara

Rabu, 26 Oktober 2016 15:39 Hukum & Kriminal

Bagikan

Cabuli Tiga Anak, Om Sumba Dituntut 11 Tahun Penjara
Ilustrasi-google -semetonnews
Denpasar,Semetonnews-Sumbawono atau yang akrab disapa Om Sumba, pelaku pencabulan terhadap tiga orang anak yang masih di bawah umur, pada sidang, Selasa (25/10/2016) dituntut hukuman 11 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Bali.

Dalam amar tuntutan Jaksa yang dibacakan dihadapan majelis hakim pimpinan Angeliky Handajani Day menyatakan, terdakwa terbukti melakukan tindak pidana pencabulan terhadap korban, masing-masing berinisial N (6), A (5) dan M (7). Perbuatan terdakwa melangar Pasal 82 Nomor 35 Tahun 2014 atas perubahan Undang-Undnag Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

"Oleh karena itu memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 11 tahun,"kata Jaksa Mirah Awantari. Jakda dalam amar tuntunya menilai, perbuatan terdakwa telah merusak masa depan anak-anak yang masih cukup belia serta membuat para korban mengalami trauma.

Dalam tuntutanya, jaksa juga menguraikan fakta yang terungkap dalam persidangan. Perbuatan bejat terdakwa pertama kali dilakukan terhadap korban berinisial N dengan melakukan persetubuhan kepada korban, dan dalam berkas acara pemeriksaan (BAP) ditemukan terdakwa melakukan pelecehan sebanyak tiga kali.

Kemudian, untuk korban berinisial A, terdakwa mengaku melakukan pelecehan dengan cara menggosok kemaluan korban dengan menggunakan jari tanggannya, perlakukan itu dilakukan terdakwa sebanyak dua kali. Sedangkan, terhadap korban M terdakwa mengakui melakukan aksi serupa sebanyak tiga kali.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, perbuatan bejat terdakwa terungkap, saat korban N merasa sakit dan perih dikemaluanya saat buang air kecil. Melihat itu, orang tua korban bertanya kepada anaknya. Saat itu, korban mengungkapkan bahwa telah menjadi korban pelecehan seksual oleh terdakwa Sumbawono.

Disebutkan, perbuatan bejat terdakwa dilakukan pada pertengahan April 2016 di Dekat Bale Banjar kediamannya di Denpasar. Tidak terima anaknya dilecehkan, orang tua korban N bersama pemuda di dekat rumahnya menyambangi terdakwa dan melaporkan kejadian itu kepada pihak berwajib.

Namun setelah diintrogasi, kepada petuga terdakwa mengaku bahwa, terdakwa bukan hanya melakukan pelecehan terdakwa korban N, tapi juga pada korban lain yang juga anak di bawah umur. Dari hasil visum korban N ditemukan luka memar dan lecet dibagian  kemaluannya. Sedangkan, korban A dan M tidak ditemukan adanya luka lecet pada kemaluannya.

Reporter : Maria Gracia