KONI Mediasi Kisruh Tim Sepakbola PON Bali

Rabu, 26 Oktober 2016 21:37 Sport & Life Style

Bagikan

KONI Mediasi Kisruh Tim Sepakbola PON Bali
Tim sepakbola PON Bali saat berlaga di PON XIX Jabar (dok/SN)
Denpasar,Semetonnews- Karena menjadi polemik berkepanjangan, KONI Bali akhirnya memediasi pihak-pihak yang bertikai terkait dugaan pencurian umur dan pemotongan uang saku pemain yang dilakukan manajemen tim sepakbola PON Bali, , Rabu (26/10) di ruang rapat KONI Bali.

Mediasi dipimpin langsung Ketua Umum KONI Bali, Ir. Ketut Suwandi, didampingi Ketua I KONI Bali, IGN Oka Darmawan. Sementara pihak tim sepakbola Bali, dipimpin Manajer tim, IGN Jayanegara serta sejumlah ofisial seperti AA, Anom Jaksa dan AA. Civic serta AA. Bramastra selaku pelatih kepala.

Sedangkan pihak yang menduga terjadinya pencurian umur itu dihadiri langsung, AA. Ngurah Garga Chandra Gupta selaku Ketua Klub Damar Cakti Denpasar yang juga pengurus Askot PSSI Denpasar. Hadir pula Ketua Umum Asprov PSSI Bali, IGG. Wirasana.

Sebenarnya pada pertemuan kemarin, KONI Bali hanya mengagendakan pemanggilan manajemen tim sepakbola PON Bali. Sementara, kehadiran Chandra Gupta dalam pertemuan itu atas inisiatif IGN Jayanegara. Padahal, Chandra Gupta yang akrab disapa Tu Rah Mantri ini sebelumnya sudah menjadwalkan bertemu dengan KONI Bali dan akan diterima setelah pertemuan.

''Tujuan kami mengundang langsung Tu Rah Mantri dalam pertemuan ini, agar permasalahannya semakin jelas dan polemik bisa diakhiri dengan damai,'' kata Jayanegara yang juga Wakil walikota Denpasar.
Alih-alih ingin mencairkan masalah, justru pertemuan kemarin berlangsung memanas terutama saat topik bahasan mengarah pada Putu Gede Bambang Arimbawa (kiper tim sepakbola PON Bali) yang disengketakan dugaan mencuri umur.

Bramastra ngotot menyebutkan Gede Bambang kelahiran 1993 dengan bukti-bukti ijazah, Akte dan e-KTP yang dibawa Bambang sendiri, sehingga dia dinilai bisa membela Bali di PON XIX Jabar. Menurut Bramastra, Bambang sendirilah yang membawa kelengkapan administrasinya itu.

Sedangkan Chandra Gupta tak kalah sengit, dia melayangkan sejumlah bukti-bukti sangat valid sampai termasuk ijazah SMA kelahiran 1992. Tapi Bramatra mengatakan di iajazah SMA Bambang itu terjadi kesalahan pengetikan. Belum cukup sampe di situ, Chandra Gupta juga memperlihatkan buku diesnatalis Bambang jelang dia diwisuda di IKIP PGRI yang juga tertera kelahiran 1992. Ironisnya, lagi-lagi Bramastra menyebutkan itu salah ketik. Lho kok banyak salah ketik?

Karena pada ngotot, pertemuan pun deadlock terutama soal usia Gede Bambang sesungguhnya. KONI Bali pun  meminta kepada kedua belah pihak menyelesaikan permasalahan itu secara internal karena sengketa itu bukan ranah KONI. Bahkan Ketut Suwandi meminta Ketua Asprov IGG. Wirasana selaku induk organisasi sepakbola Bali urut andil menyelesaikan kisruh itu. ''Kami minta permasalahan ini segera diakhiri dan dijadikan bahan pembelajaran ke depannya,'' harap mantan Ketua Umum KONI Badung ini. 

Sayangnya, manajemen tim sepakbola PON Bali tak menyertakan Gede Bambang Arimbawa dalam pertemuan itu. Kalau hadir, mungkin dia yang bisa menjelaskan, berapa sih sebenarnya tahun kelahirannya karena dia sendiri yang tahu. ''Di sinilah diperlukan kejujuran. Kalau dia (Bambang) benar kelahiran 1993 dan dengan jujur dia mengatakan, saya atas nama keluarga puri akan minta maaf,'' kata Candra Gupta yang juga warih Pu Pemecutan.

''Tapi kalau dia berbohong menyebutkan dirinya lahir 1993, padahal lahir 1992, biar dia (Bambang) sendiri yang mendapatkan karmanya, termasuk ofisial tim yang juga ikut berbohong,'' imbuh mantan pemain Perseden era 90-an ini. Di sisi lain, Manajer tim sepakbola PON Bali, IGN Jayanegara belum bisa mengambil kesimpulan apa-apa.

Sebab menurutnya, Tu Rah Mantri juga bisa menunjukkan bukti-bukti kuat terkait usia Bambang, pun pelatih tim juga memperlihatkan adiminstrasi Bambang yang sah. ''Memang benar, di sinilah diperlukan kejujuran. Terlepas dari itu,  kejadian seperti ini penting dijadikan pengalaman berharga, tentunya ke depannya tidak lagi terulang,'' kata Jayanegara seraya berharap para pelaku  sepakbola di Denpasar bersatu padu meningkatkan pembinaan. ''Saya berharap polemik ini bisa diakhiri, soal berapa sebenarnya tahun kelahiran Bambang, biar sendiri yang menjawab,'' pungkasnya.

Reporter : Wan
Editor      : Maria Gracia