Bambang: Jujur, Saya Lahir 1993

Kamis, 27 Oktober 2016 17:46 Sport & Life Style

Bagikan

Bambang: Jujur, Saya Lahir 1993
Bambang Arimbawa (Ist/SN)
Denpasar,Semetonnews-Pihak-pihak bertikai dalam krisuh tim sepakbola PON Bali yang berharap agar Putu Gede Bambang Arimbawa berkata jujur, terjawab sudah. Gayung bersambut, Bambang Arimbawa yang disengketakan dugaan pencurian umur saat membela tim Bali pada PON XIX di Jabar itu, akhirnya angkat bicara.

Kiper asal Banjar Bias, Kusamba, Klungkung ini menegaskan bahwa dirinya tidak melakukan pencurian umur, sebagaimana dituduhkan selama ini. ''Saya berkata jujur, saya memang lahir tahun 1993 tepatnya tanggal 11 November. Jadi usia saya, masih memenuhi syarat bisa membela Bali sebagaimana aturan batasan usia pemain (U-23) pada PON XIX/2016 di Bandung,'' tegas Bambang Arimbawa, Kamis (27/10/2016). 

Lantas kenapa ada pihak yang mengantongi ijazah terakhirnya di SMK N 2 Denpasar tercatat kelahiran 11 November 1992. ''Itu terjadi karena salah pengetikan dari pihak sekolah saya. Saya sudah laporkan disertai surat keterangan dan kini sudah diperbaiki. Termasuk juga kesalahan pengetikan pada buku diesnatalis jelang wisuda. Buktinya, ijazah yang saya terima dari IKIP PGRI, tahun kelahiran saya tercatat tahun 1993,'' beber Bambang Arimbawa seraya menunjukkan e-KTP, Akte kelahiran, kartu keluarga (KK), ijazah IKIP PGRI Bali, SIM C, Surat keterangan kesalahan penulisan ijazah yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Denpasar dan semuanya memang mencatat Bambang Arimbawa kelahiran tahun 1993.

Dengan apa yang telah ditunjukkan itu, Bambang pun berharap polemik tentang dirinya dan kirsruh tim sepakbola PON Bali bisa diakhiri dengan damai. ''Sebagai orang Klungkung yang sepakbolanya belum maju, saya berterima kasih kepada semua pihak yang memberikan saya kesempatan membela Bali. Saya juga minta maaf, karena belum bisa membawa Bali melangkah jauh pada PON XIX lalu,'' kata kiper yang mengidolakan De Gea (palang pintu klub raksasa Manchester United) dan Ferry Rotinsulu (eks kiper Timnas dan Sriwijaya FC) ini.

Setelah PON XIX, apa even selanjutnya? Pemain yang terakhir membela Pespa Padangsambian ini mengaku kini lagi fokus mempersiapkan diri membela Perseden Denpasar menghadapi Liga Nusantara. Di tim Perseden, dia hari bersaing dengan kiper senior Dian Ananta yang notabene putra Nyoman Ambara selaku pelatih kepala Laskar Catur Muka-julukan Perseden-. ''Saya siap diturunkan kapan saja, apalagi Perseden hanya ada dua kiper, saya dan Dian Ananta. Mudah-mudahan saja, kegagalan di PON XIX bisa saya tebus bersama Perseden,'' harap putra sulung dari dua bersaudara, pasangan Ketut Tarjana dengan Ni Wayan Panggih ini.

Reporter : Wan
Editor     : Maria Gracia