Setubuhi Dua Anak Kandungnya, Pria Asal Bima Dituntut 20 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Miliar

Jumat, 28 Oktober 2016 01:12 Hukum & Kriminal

Bagikan

Setubuhi Dua Anak Kandungnya, Pria Asal Bima Dituntut 20 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Miliar
Ilustrasi-google -semetonnews
Denpasar,Semetonnews-Pria berinisial AS (41) pria asal Bima, NTB yang menjadi terdakwa karena tega menyetubuhi dua anak kandungnya yaitu SAH (15) dan RS (9) akhirnya dituntutan hukuman 20 tahun penjara oleh jaksa. Tidak hanya itu, dihadapan majelis hakim pimpinan Made Pesek, terdakwa oleh JPU Swasti Arini juga dituntut dengan hukuman denda Rp 1 miliar atau subsider enam bulan penjara. 

Jaksa dalam tuntutanya menjerat terdakwa dengan dua pasal langsung. Yaitu Pasal 76D jo Pasal 82 Ayat 2 dan Pasal 71I jo pasal 88  Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 atas perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002."Terdakwa terbukti melakukan perbuatan cabul kepada anak kandung, melakukan persetubuhan dengan anak kandung, eksploitasi ekonomi dan eksploitasi seksual terhadap anak," kata Jaksa dalam tuntutnya.

Hal yang memberatkan tuntutan terdakwa karena AS pernah menjual anak kandungnya sendiri Tahun 2008. Perbuatan terdakwa di luar batas moral manusia, karena kedua korban merupakan anak kandungnya sendiri yang seharusnya dijaga. Kemudian, perbuatan terdakwa menghancurkan masa depan kedua anak kandungnya."Selain itu terdakwa juga memberikan keterangan berbelit-belit,"terang jaksa. 

Mendegar tuntutan dari JPU itu, terdakwa yang didampingi penasehat hukumnya Benny Hariyono mengatakan mengajukan pembelaan (pledoi) pada pekan depan. "Kami mengajukan pembelaan yang mulia," ujar Benny singkat. Dalam dakwaan disebutkan, sebelum melakukan aksi bejatnya itu, terdakwa yang sudah menikah sebanyak tiga kali itu membujuk istri pertamanya Nurhayati (yang sudah bercerai) asal Lombok, NTB agar mengizinkan anaknya diajak terdakwa.

Terdakwa berdalih kepada Nurhayati ingin mengajak korban RS (8) ke Bima untuk disekolahkan dan dibiayai terdakwa. Namun, faktanya terdakwa justru mengajak korban ke Denapsar, Bali. Sesampainya di Bali, terdakwa mengajak korban RS tinggal di kos Jalan Bung Tomo 15X Denpasar. Saat korban tinggal di dalam kos itu lah, terdakwa melakukan aksi bejatnya kepada anak kandungnya itu.

Tidak hanya sekali aksi bejat terdakwa dilakukan, namun saat AS pindak kamar kos di Pidada, Ubung, Denpasar, terdakwa kembali melakukan aksi bejatnya memnyetubuhi anaknya bernama RS. Selanjutnya, terdakwa juga melakukan aksi bejatnya dengan menyetubuhi anak kandungnya berinisial SAH (15) di kamar kosnya hingga korban hamil.

Reporter : Maria Gracia