Dituntut 7 Tahun Penjara, Baktiyasa Tetap Tidak Akui Perbuatanya

Jumat, 28 Oktober 2016 01:52 Hukum & Kriminal

Bagikan

Dituntut 7 Tahun Penjara, Baktiyasa Tetap Tidak Akui Perbuatanya
Ilustrasi-google -semetonnews
Denpasar,Semetonnews-Gede Baktiyasa yang menjadi terdakwa dalam kasus korupsi gratifikasi pengangkatan pegawai PDAM Karangasem, akhirnya dituntut 7 tahun penjara dalam sidang, Rabu (26/10/2016) lalu. Selain dituntut hukuman penjara, Baktiyasa  yang pernah menjabat Dirut di perusahaan daerah tersebut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bakti Wicaksono juga dituntut membayar denda Rp 250 juta subsidair 6 bulan.

Menurut jaksa, Baktiyasa terbukti bersalah menyalahgunakan kewenangannya dengan menerima uang gratifikasi dalam pengangkatan PDAM Karangasem.Dalam tuntutan jaksa yang dibacakan didepan majelis hakim pimpinan Dewa Suarditha menyebut, perbuatan yang dilakukan terdakwa terungkap Senin 13 Januari 2014 di Kantor PDAM Karangasem. Saat itu, terdakwa menerima hadiah dari beberapa pegawai tetap PDAM Karangasem yang baru diangkat. 

Diantaranya dari saksi Ni Ketut Budiantari Dewi sebesar 35 juta, dari IB Nyoman Sudirga Wisnawa sebesar 35 juta, dari I Ketut Sudana Wirata sebesar 50 juta, dari I Made Parsayasa sebesar 35 juta. Sehingga total uang yang diterima adalah Rp 150 juta. Perbuatan terdakwa terbukti melanggar pasal 12 huruf b dan pasal 12 huruf e UU no 31 th 1999 tentang pemberatasan Tipikor sebagamana diubah menjadi UU No 20 th 2001 jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

Usai sidang Baktiyasa tetap menyangkal tuntutan jaksa seperti pada saat pemeriksaan terdakwa. Sementara Sukaardana selaku pembela Baktiyasa menilai tuntutan jaksa berlebihan. Pasalnya dalam sidang tidak ada saksi yang menjelaskan terdakwa menerima uang. Selain itu juga tidak ada kerugian negara"Itu tuntutan hanya berdasarkan analisa yuridis jaksa saja, nanti kita bantah di pembelaan, "tutur Sukaardana.

Reporter : Maria Gracia