Gubernur Bali "Tepuk” Dada PNS Kota Denpasar Saat Upacara Sumpah Pemuda

Jumat, 28 Oktober 2016 11:44 Politik

Bagikan

Gubernur Bali
Gubernur Bali Made mangku Pastika. (Ist/Semetonnews.com)
Denpasar, Semetonnews – Upacara peringatan hari sumpah pemuda di lapangan Puputan Renon, Denpasar pada Jumat (28/10/2016) diwarnai kejadian tidak mengenakan. Gubernur Bali, Made Mangku Pastika meminta dua orang PNS yang bertugas di lingkungan pemerintah kota Denpasar keluar dari barisan. Setelah keluar dari barisan Mangku Pastika mengayunkan tangan kemudian “menepuk” dada salah seorang PNS tersebut.

Menurut sumber Semetonnews, upacara sesungguhnya telah selesai. Namun, Sebelum peserta dibubarkan Mangku Pastika melangkah menuju ke barisan melewati pemimpin upacara lalu berhenti di depan barisan SKPD yang hadir.

Pastika kemudian memanggil peserta upacara di barisan belakang. “Hei kamu yang di belakang maju, saya lihat dari tadi kamu cerita sama teman di samping,” kata sumber Semetonnews menirukan gaya Mangku Pastika.

Pada saat itulah Mangku Pastika mengayunkan tangan ke arah dada. Tindakan ini diduga dilakukan karena PNS tersebut tidak memakai name tag. Mangku Pastika bahkan sempat mencopot topi yang dikenakan PNS tersebut.

“Kalau dibilang pukul gimana ya, soalnya pakai punggung tangan,” katanya. Dalam pembicaraan dengan PNS tersebut Mangku Pastika menanyakan asal instansi yang bersangkutan. Dari proses tanya jawab ini diketahui PNS tersebut bernama Dewa  Gede dari biro hukum pemerintah Kota Denpasar.

Lalu ditanya berapa tahun jadi pegawai. PNS ini kemudian menjawab 5 tahun. Setelah itu PNS tersebut dikenakan sanksi hormat bendera selama 1 jam. Karena tidak kuat akhirnya PNS ini jatuh pingsan. “Tidak sampai satu jam akhirnya PNS itu jatuh,” kata Sumber tersebut.

Semua peserta upacara hanya terdiam menyaksikan kejadian ini. Demikian pula halnya dengan PNS tersebut. 

Sementara itu Karo humas pemerintah Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra saat dimintai konfirmasi mengenai peristiwa ini mengaku sedang rapat. “Nanti dulu, masih evaluasi triwulan,” kata Mahendra singkat.

Reporter    : Robinson Gamar