Dirikan Paguyuban, Sekaa Teruna Teruni Mengecam Intimidasi Dan Kriminalisasi Aktivis Tolak Reklamasi Teluk Benoa

Minggu, 30 Oktober 2016 19:37 Politik

Bagikan

Dirikan Paguyuban, Sekaa Teruna Teruni Mengecam Intimidasi Dan Kriminalisasi Aktivis Tolak Reklamasi Teluk Benoa
Pemuda Adat Tolak Reklamasi Teluk Benoa, Minggu (30/10) (ist-SN)


 

Denpasar, Semetonnews-  Semakin masifnya penolakan terhadap rencana reklamasi teluk benoa oleh di kalangan pemuda adat di Bali, menjadi dasar inisiatif para pemuda adat bali untuk menggelar paruman Sekaa Teruna-Teruni Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa. Acara yang berlasung selama kurang lebih delapan jam, dari pukul 08.00 – 16.00 Wita tersebut di gelar di Gedung Dirgahayu,  Desa Adat Sumerta Denpasar telah menghasilkan point penting untuk gerakan tolak reklamasi teluk benoa yaitu pembetukan forum komunikasi dan koordinasi di antara para Sekaa Teruna-Teruni yang menolak reklamasi Teluk Benoa.

 

A.A Ngurah Anom Sanjaya selaku ketua panitia pelaksana pertemuan ini menegaskan "Acara ini kita laksanakan atas dasar kebutuhan kita bersama untuk melakukan komunikasi dan koordinasi diantara Sekaa Teruna - Teruni yang tegas menolak rencana reklamasi Teluk Benoa. Sebanya 214 Sekaa Teruna-Teruni dari seluruh 9 Kabupaten/Kota di Bali yang kita undang adalah mereka yang telah menyatakan dengan tegas menolak reklamasi Teluk Benoa dengan cara mendirikan baliho,  surat pernyataan sikap/berita acara hasil paruman atau rapat adat Sekaa Teruna-Teruni yang memutuskan menolak rencana reklamasi Teluk Benoa" Ujar pemuda yang akrab disapa Wah Anom tersebut. 

 

Perwakilan Jro Bendesa Desa Adat Sumerta, I Ketut Rena, di dalam sambutannya menyampaikan pertemuan lintas Sekaa Teruna Teruni lintas wilayah merupakan suatu keharusan. Desa Adat yang juga tergabung didalam Pasubayan Desa Adat/Pakraman Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa ini juga mengajak seluruh komponen pemuda untuk terus bersolidaritas dan berjuang menolak reklamasi Teluk Benoa agar semakin banyak Sekaa Teruna Teruni lain yang ikut bersikap dan berjuang.  "Acara ini patut kita lakukan untuk mengkoordinasikan seluruh pemuda di Bali agar turut bersolidaritas dan bersikap terhadap penolakan rencana reklamasi Teluk Benoa. Dan makin banyak ada Sekaa Teruna-Teruni yang bersikap dan semangat berjuang" ujar Prajuru Desa Adat Sumerta tersebut.

 

Kadek Suardana, panitia pelaksana kegiatan Paruman STT menjelaskan selama delapan jam tersebut telah menghasilkan keputusan penting untuk penolakan reklamasi Teluk Benoa. “Terbentuknya forum sebagai wadah kita bersama untuk komunikasi dan koordinasi diantara para Sekaa Teruna Teruni sekaligus para koordinatornya dan terpilih Koordinator Umum yaitu Anak Agung Ngurah Anom Sanjaya. Pembentukan forum ini kemudian dideklarasikan bersama oleh seluruh Sekaa Teruna Teruni yang hadir di paruman. Selain itu juga Paruman Agung STT ini juga mengasilkan butir-butir pernyataan sikap untuk menolak reklamasi Teluk Benoa” ujar Dek Suar pada saat konferensi pers usai digelarnya Paruman tersebut.

 

Anak Agung Ngurah Anom Sanjaya, yang sekaligus saat paruman agung STT terpilih  sebagai koordinator umum,  menyampaikan Deklarasi Sumerta merupakan hasil keputusan Paruman Agung STT. Deklarasi tersebut menurutnya menjawab kebutuhan koordinasi dan komunikasi diantara STT yang selama ini telah menolak reklamasi Teluk Benoa. “Mendeklarasikan pembentukan forum komunikasi dan koordinasi dengan nama Paguyuban Sekaa Teruna Teruni Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa” ujar Anom.

 

Tidak hanya menyampaikan deklarasi pembentukan organisasinya, Nevo Prayogi selaku Koordinator II Paguyuban STT juga menyampaikan pernyataan Sikap Paguyuban Sekaa Teruni Teruni Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa. Selain menyatakan konsistensi untuk terus menolak reklamasi Teluk Benoa dan meminta Presiden Jokowi untuk segera mencabut Perpres No 51 Tahun 2014, pihaknya juga mengajak seluruh generasi muda untuk terlibat dalam pergerakan tolak reklamasi. “Paguyuban Sekaa Teruna Teruni Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa menyerukan kepada seluruh generasi muda Dan Sekaa Teruna Teruni di Bali untuk ikut serta bersama berjuang menolak reklamasi Teluk Benoa” ujarnya.

 

Situasi yang berkembang belakangan inipun juga tidak lepas dari pantauan mereka. Secara tegas dan eksplisit di dalam point ke enam dan ke tujuh  dari pernyataan sikap Paguyuban Sekaa Teruna Teruni Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa mengecam dan menuntut pihak-pihak terkait untuk menghentikan intimidasi dan kriminalisasi terhadap setiap orang yang terlibat di dalam gerakan tolak reklamasi Teluk Benoa. “Paguyuban Sekaa Teruna Teruni Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa berdasarkan hasil paruman mendesak kepada semua pihak untuk menghentikan upaya-upaya intimidasi terhadap gerakan Bali tolak reklamasi Teluk Benoa dan meminta Aparat untuk menghentikan kriminalisasi terhadap setiap orang yang terlibat di dalam gerakan Bali tolak reklamasi Teluk Benoa” Pungkas Nevo Prayogi.

 

Sumber: ForBALI 
Editor: Wawan Nike