ANTRABEZ Bawakan Pesan Perubahan Dari Dalam Penjara

Senin, 31 Oktober 2016 09:03 Nasional

Bagikan

ANTRABEZ Bawakan Pesan Perubahan Dari Dalam Penjara
Antrabez Launching Album di Lapas Kerobokan (fdy-sn))


Denpasar,Semetonnews - Unik dan menyentuh, inilah kesan pertama saat mendengar kabar bahwa ada grup band yang akan meluncurkan album perdana mereka dari dalam Lembaga Pemasyarakatan. 




Kondisi lapas kerobokan Jumat (28/10) sore lalu tidak seperti biasanya, tenda megah terpasang ditengah lapangan bola Lembaga Pemasyarakatan yang terkenal dengan sarang preman tersebut, peluncuran album Antrabez ( Anak Terali Besi ) Band mengubah kesan tentang lapas kerobokan ini. Sound System dari Antida Studio, yang di gawangi Jik Anom telah siap digeber untuk mengimbangi peforma musisi Antrabez.


Dalam acara launching Antrabez ini hadir pula dua musisi Bali, yang cukup terkenal di jagat musik, Roby Navicula dan Jrx SID, dua orang musisi ini bahkan memberikan supportnya atas kreativitas Antrabez.


Tanggapan positif atas kreatifitas pun muncul beragam, tak hanya dari sesama narapidana namun juga dari musisi dan penonton yang hadir, “ siapa menyangka dari iseng iseng menjadi besar begini, awalnya mereka di pondok sana itu mas, main gitar, si oktav itu ada di Blok sini (A), “kata Ketua Blok A dengan bangga.


Roby Navicula musisi Grup Band asal Ubud ini mengaku cukup bangga bisa hadir di tengah tengah para warga binaan lapas kerobokan, iapun bahkan memberikan motivasi terhadap para narapidana. “Penjara tidak akan pernah bisa mengekang kreativitas dan semangat kita,“ujar Roby  .



Semetonnews sempat ngobrol dengan salah satu personil ANTABREZ, Oktav Sicilia , pria asal Pulau Seribu ini merupakan warga binaan lapas kerobokan yang hingga kini masih menjalani masa hukuman, tanpa ragu Oktav menjelaskan bahwa nama bandnya adalah antrabez, "kepanjangannnya anak terali besi, kami terlahir dari penjara ini, kami dibina dan kami ingin berkarya, yang positif dan bisa menjadi inspirasi warga binaan di lapas ini dan diseluruh Indonesia,”jelas Oktav.




Ditambahkan bahwa aktivitas dan kegiatannya ini adalah jalan membunuh waktu, " agar jangan pernah berputus asa, jika ingin berkreasi tidak terbatas, tidak hanya karena tembok dan terali, kita ingin berkarya yang positif, kita mendeklarasikan spiritual spirit, pengalaman spiritual kita, kepada makhluk hidup alam dan tuhan, rasa penyesalannya kita, menurut mata hukum kita bersalah, yang menurut orang diluar sana kita sampah masyarakat, ternyata didaur ulang melebihi barang pabrikan,” terangnya.


Dengan adanya aksi launching album ini tentunya situasi lapas kerobokan tidak seperti biasanya, penonton dari tiap blok dibatasi hanya 20 orang hal ini untuk menjaga daya tampung lapangan.


Tentang penggarapan video clip diserahkan sepenuhnya ke tangan Erick EST, dari EST Movie, sinematograph Bali yang tlah menyabet beragam penghargaan ini memilih membantu penggarapan video clip tanpa dipungut bayaran. Namun Erick mengaku ia tidak gegabah dengan tawaran untuk menggarap video clip lagu tersebut, “ Aku jujur meriset dulu, tiap tiap personil aku riset aku ajak ngobrol datangi ke ke selnya, agar aku paham dan tahu bagaimana karakternya, beda ini loh soalnya,” ungkapnya.


Erick bahkan mengaku salut ketika telah selesai penggarapan videoclip yang memakan waktu kurang lebih enam hari tersebut,"Saya banyak (bekerja ) dengan band band diluar lapas, tapi menurut saya ini lebih menarik (tantangan), bayangkan mereka di tahan dan dipenjara, mereka bisa  membikin karya, saat saya ditelpon kalapas, dan kawan kawan warga binaan, saya pelajari dulu lagunya, dan lagu mereka bener bener bagus menyentuh dan kisah nyata semua yang mereka bikin, yang membikin saya tertantang adalah saya membuat video klip ini di dalam lapas,lapas itu tempat penjahat, yang dimusuhi masyarakat dan hukum, disitu persaudaraan mereka kuat sekali, dan itu yang bikin saya bangga bikin video klip ini,” bangganya.


Kendati semua berjalan lancar bukan tidak menjadi tantangan tersendiri bagi Kepala Lapas Kerobokan, Slamet Prihantoro, atau yang lebih akrab di sapa Pak Toro menceritakan bagaimana awalnya ia memberikan tantangan kepada oktav dan kawan kawannya," ini adalah program binaan, binaan lembaga pemasyarakatan, namanya juga ada sanggar semeton, ini adalah program pembinaan yang disupport kelompok pemerhati seni dan budaya bali inilah jadinya,”


Terdapat tujuh lagu yang dilaunching oleh Antrabez, diantaranya yang menjadi andalan adalah lagu Saatnya Berubah cipataan pak Kalapas, dan lagu IBU ciptaan Oktav.


 Reporter: Wawan Nike