Sebenarnya Lahir 1992, Bambang Ngaku Salah

Senin, 31 Oktober 2016 19:22 Sport & Life Style

Bagikan

Sebenarnya Lahir 1992, Bambang Ngaku Salah
I Putu Gede Bambang Arimbawa (dok/SN)
Denpasar,Semetonnews - Secara mengejutkan, kiper Tim Sepakbola PON Bali, I Putu Gede Bambang Arimbawa, mengklarifikasi kebenaran data dirinya bahwa penjaga gawang Pespa Padangsambian itu memang kelahiran 1992, tidak seperti yang dikatakan sebelumnya dirinya lahir 1993. Itu artinya, Bambang tidak boleh membela Bali di PON XIX 2016 yang baru saja berakhir.

Kepada wartawan Kamis (27/10/2016) lalu, Bambang Arimbawa sempat mengakui dirinya lahir 1993, tepatnya 11 November. Tapi berselang tiga hari kemudian, kiper asal Banjar Bias, Kusamba, Klungkung yang menetap di Sesetan ini mengubah sikapnya. Yang mengejutkan, Bambang Arimbawa didampingi orang tuanya (Ortunya) Ketut Tarjana, langsung tangkil ke Jero Gede Majapahit Pemecutan, Monang-maning Denpasar yang merupakan kediaman AA. Ngurah Garga Chandra Gupta alias Tu Rah Mantri  yang notabene pihak yang mempertanyakan keabsahan kiper yang pernah memperkuat Putra Tresna Denpasar itu.

Pertemuan pada Minggu (30/10) malam itu pun berlangsung cukup lama, tapi penuh kekeluargaan. Dihadapan Tu Rah Mantri, Bambang Arimbawa dan ortunya langsung mohon maaf atas polemik yang terjadi selama ini. Ketut Tarjana pun menegaskan, bahwa putra sulungnya itu (Bambang Arimbawa) memang kelahiran 1992. ''Ini kesalahan titiang (saya) selaku orang tuanya. Karena itu, titiang nunas iwang (minta maaf) yang sebesar-besarnya atas kesalahan ini, sehingga polemik ini tidak berkepanjangan,'' kata Tarjana yang mengaku enam hari tak bisa tidur, setelah kasus putra meletus di media.

Di sisi lain kedatangan keluarba Bambang Arimbawa, diakui Tu Rah Mantri sangat mengejutkan. Bahkan, setelah Bambang statemen di media yang menegaskan dirinya lahir 1993, kasus tersebut sudah dianggapnya selesai. ''Untuk itu, sesuai janji saya sebelumnya. Saya sempat mendatangi rumah Bambang dan keluarganya untuk minta maaf karena apa yang saya duga sebelumnya ternyata tidak benar sesuai sanggahan Bambang sendiri di koran koran,'' kata Ketua Klub Damar Cakti Denpasar ini.

Terkait pengakuan Bambang yang akhirnya menegaskan dirinya lahir 1992, Tu Rah Mantri mengaku sangat menghargai itikad baiknya.  Bahkan, pihaknya mengaku salut kepada Bambang Arimbawa yang berani berkata jujur. ''Tentu saya sangat puas dan merasa plong saat ini. Jangan diartikan kepuasan saya ini karena saya memenangkan kasus ini. Tapi saya puas, karena semuanya jadi sangat jelas,'' imbuhnya. 

Hanya, Tu Rah Mantri yang juga pengurus Askot PSSI Denpasar ini, masih ragu-ragu dengan pengakuan Bambang, karena apa yang dilakukan (mengganti tahun lahirnya) diakui atas inisiatifnya sendiri. Apalagi, Bambang adalah orang kuliahan yang sudah mengakhiri pendidikannya di IKIP PGRI Bali, sedikit-tidaknya dia pasti tahu dampak hukum terkait perbuatannya. ''Ini yang masih jadi bahan tanda tanya di benak saya, apa mungkin ada pihak yang mendorongnya berbuat seperti itu,'' tanyanya.

Selesai pertemuan, saat itu juga Tuh Rah Mantri langsung menghubungi IGN Jayanegara (wakil walikota Denpasar) yang juga salah satu manajer tim Sepakbola PON Bali, guna membicarakan pengakuan Bambang. Pembicaraan via telepon Minggu malam itu berlanjut pertemuan keduanya Senin (31/10) siang kemarin. ''Saya sampaikan apa adanya bahkan secara gamblang saja dan beliau (IGN Jayanegara) sangat mengapresiasi,'' papar Tu Rah Mantri tanpa merinci apa saja yang dibicarakan dalam pertemuan itu.

Adakah salah satunya dibicarakan soal sanksi? ''Ada, tetapi itu bukan ranah beliau (Jayanegara) menjawabnya dan juga bukan ranah saya. Itu sekarang tergantung sikap Askab PSSI Denpasar maupun Asprov PSSI Bali bahkan KONI Bali,'' pungkas Tu Rah Mantri. 

Reporter : Wan
Editor.     :  Maria Gracia