Terungkap, Terdakwa Aniaya Istri Hingga Tewas Karena Kesal Diomelin

Senin, 31 Oktober 2016 19:53 Hukum & Kriminal

Bagikan

Terungkap, Terdakwa Aniaya Istri Hingga Tewas Karena Kesal Diomelin
Kuasa Hukum Terdakwa, Kade Agus Suparman (kiri) dan Purnomo Susanto (SN)
Denpasar,Semetonnews- I Ketut Sumerta yang menjadi terdakwa karena membunuh istrinya, sudah disidang, Senin (31/10/2016). Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dewa Lanang terungkap, terdakwa menganiaya istrinya yang bernama Ni Putu Antrini hingga tewas karena kesal diomelin.

Kadek Agus Suparman dan Purnomo Susanto, kuasa hukum terdakwa yang ditemui usai sidang membenarkan bila terdakwa menganiaya istrinya hingga tewas karena kesal diomelin, imbas dari gagal foto bersama artis pop Bali. "Klien kami (terdakwa) kesal karena diomelin, jadi kalap langsung memukul dan membenturkan kepala korban dilantai,"terang Kadek Agus Suparman. 

Karena itu, dalam kasus ini kata Kadek Agus, terdakwa selain sebagai pelaku, juga bisa disebut sebagai korban. "Korban  yang kami maksud adalah korban secara psikis. Bayangkan saja, dari kejadian gagal foto sampai dirumah, terdakwa terus diomelin korban yang tidak lain adalah istrinya,"ungkap Kadek Agus. 

Dikatakan Kadek Agus, insiden gagal foto itu karena memory (tempat penyimpanan) dalam Handphone (Hp) sudah terisi penuh, sehingga tidak bisa digunakan untuk menyimpan gambar. "Tapi korban tetap meminta untuk difoto. Ya hasilnya foto tidak bisa tersimpan karena memory penuh,"terangnya.

Sementara terungkap dalam dakwaan, kejadian penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal ini berawal saat terdakwa, korban dan dua orang saksi yaitu I Putu Nari Artawan dan Katut Suarni mengikuti acara launching almbum pop Bali di Art Centre, Rabu (17/8/2016). Diujung acara, panitia memberi kesempatan para penggemar untuk berfoto bareng dengan artis idola mereka. 

Nah, saat korban hendak berfoto bareng idolanya, Hp yang digunakan untuk mengambil foto tidak bisa digunakan karena memory penuh. Korban yang tidak terima langsung ngomel dan berkata."Suruh foto aja ndak mau, orang lain suruh mau,"ujar Jaksa Lanang sebagaimana tertuang dalam dakwaan. 

Tak hanya di art center, saat mereka pulang dan makan bareng, korban yang tidak terima terus mengomel dengan kata-kata yang sama. Klimaksnya pada pagi dini hari sikatar pukul 4.30 Wita, korban kembali ngomel dengan kata-kata yang sama. Terdakwa rupanya sudah tidak tahan dengan omelan itu langsung menghajar korban. 

"Koban dipukul, lalu dijambak dan kepalanya dibenturkan dilantai sebanyak lima kali,"terang Jaksa Kejari Denpasar itu. Korban masih sempat bangun dan berjalan menuju kamar mandi. Sampai di kamar mandi, korban terjatuh hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia

Reporter : Maria Gracia