Pemerintah Kirim Komoditas Pangan Di Wilayah Perbatasan dan Pulau Terluar.

Selasa, 01 November 2016 15:56 Nasional

Bagikan

Pemerintah Kirim Komoditas Pangan Di Wilayah Perbatasan dan Pulau Terluar.
Panen Raya Menteri Pertanian, (ist- SN)
Jakarta, Semetonnews - Pemerintah berencana mengirim komoditas pangan di wilayah perbatasan dan pulau terluar ke negara tetangga. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebut ekspor pangan itu sudah menjadi program kerja Kementerian Pertanian di tahun ketiga pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla.

“Kita akan membangun perbatasan dan pinggiran sebagaimana arahan Bapak Presiden, agar selundupan cabai, bawang, beras hilang dan kita selesaikan dengan produksi di perbatasan,”  kata Amran beberapa waktu lalu.

Menurut Amran, banyak keuntungan jika ekspor dilakukan dari wilayah perbatasan. Jika negara lain mengekspor beras ke negara tetanga memakan waktu beberapa hari, namun dengan lahan di perbatasan Indonesia punya waktu lebih cepat dibanding negara lain untuk mengirimkan produknya.

Beberapa wilayah perbatasan yang ditetapkan untuk peningkatan produksi pangan pemerintah yakni Kepulauan Riau, Entikong, Merauke, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur. Diw wilayah itu pemerintah menggenjot pembangunan infrastruktur dan pengembangan bibit unggul. Jika wilayah-wilayah itu bisa berswasembada pangan, ke depannya giliran pulau-pulau besar di Indonesia berswasembada pangan.

Lebih lanjut Amran mengatakan setiap daerah bisa menekan inflasi melalui peningkatan kontribusi produksi pangan yang pada gilirannya berimbas menekan inflasi secara nasional.

Sebelumnya, Menteri Pertanian ini pun juga menjanjikan pemerintah bakal memberikan bantuan benih padi hibrida Sembada untuk ditanam pada 5 juta hektar sawah petani. Selain benih padi gratis, pemerintah juga akan memberi bantuan subsidi benih padi hibrida minimal untuk 1 juta hektar dan maksimal 4 juta hektar sawah. Dengan benih padi dari jenis hibrida Sembada ini, panen petani bisa mencapai minimal 8 ton per hektar

Reporter: Wawan Nike