Inilah yang Membuat Indra Sjafri Ketus. Ada Apa ?

Rabu, 02 November 2016 19:57 Sport & Life Style

Bagikan

Inilah yang Membuat Indra Sjafri Ketus. Ada Apa ?
Indra Sjafri mengaku bukan tipe pelatih yang membicarakan spekulasi. (Sena Aji/Semetonnews)

Badung, Semetonnews – Tidak biasanya manajer sekaligus pelatih kepala Bali United, Indra Sajfri berbicara ketus ketika diminta statemen soal timnya. Tapi tiba-tiba dirinya berkata ketus. Ada apa ?

 

Ternyata mantan pelatih timnas U-19 itu nampak kurang senang jika diajak berbicara soal gossip atau spekulasi terhadap dirinya di Bali United. Mulai dari spekulasi yang beredar posisinya bakal digantikan Jacksen F. Tiago, sampai dispekulasikan bakal menukangi PS TNI.

 

Spekulasi terakhir, Indra Sjafri dispekulasikan bakal berlabuh ke klub PS TNI. Gara-garanya hanya karena pelatih asal Padang, Sumatera Barat (Sumbar) itu menilai jika PS TNI yang merupakan tim dengan skuad semuanya pemain lokal Indonesia.

 

Apalagi dikaitkan dengan aturan lisensi kompetisi Indonesia musim depan yang bakal resmi dihelat. Indra Sjafri sendiri sekarang mengantongi lisensi pelatih AFC A. Artinya dirinya boleh melatih klub manapun di level tertinggi kompetisi sepakbola di Indonesia, termasuk di timnas manapun. Sementara pelatih PS TNI saat ini, Suharto AD sendiri tidak memiliki lisensi kepelatihan AFC A yang menjadi syarat untuk melatih di ISC A 2016.

 

Menanggapi hal itu, dengan ketus Indra Sjafri tidak mau membicarakan hal terkait spekulasi semua itu. “Saya tidak perlu menanggapi apa sifatnya gossip atau spekulasi. Saya bukan tipe pelatih yang senang gossip atau spekulasi. Buat apa saya menanggapi smeua itu. Saya lebih suka menanggapi yang realistis saja,” ujar Indra Sjafri, Rabu (2/11/2016).

 

Hal itu dinilainya sebagai sesuatu yang tidak membuat masyarakat menjadi tidak cerdas. Apalagi dirinya dispekulasikan menjadi pelatih PS TNI, sementara dirinya masih terikat kontrak dengan Bali United. “Tidak etis berbicara soal itu dan tim lain,” demikian Indra Sjafri.

 

Reporter : Sena Aji