Aridus Tersangka, SOBEK Nilai Kapolda Bali Lakukan Pembohongan Publik

Jumat, 04 November 2016 15:28 Hukum & Kriminal

Bagikan

Aridus Tersangka, SOBEK Nilai Kapolda Bali Lakukan Pembohongan Publik
Kordinator SOBEK I Nyoman Mardika (kanan). (Robi/Semetonnews.com)
Denpasar, Semetonnews.com - Kordinator Solidaritas Bali Untuk Kebebasan berekspresi (SOBEK) I Nyoman Mardika menilai Kapolda Bali Irjend Pol. Sugeng Priyanto telah melakukan pembohongan publik dalam penangan kasus dugaan pencemaran nama baik oleh Made Sudira alias Aridus. Pasalnya saat audiensi dengan Kapolda Bali beberapa lalu, Kapolda sempat mengutarakan persoalan pribadi yang ditarik ke arah isu suku, agama dan ras dan antar agama (SARA) akan distop. 

Bahkan pernyataan Kapolda ini ditampilkan diportal resmi Polda Bali Tribrata Bali News. Namun dalam perkembangannya kasus ini terus menggelinding bahkan Aridus ditetapkan sebagai tersangka. Bahkan proses hukum atas Aridus sempat menimbulkan pertanyaan. Sebelumnya Aridus diperiksa usai dilaporkan Karo Huas pemprov Bali I Dewa Gede mahendra atas dugaan pencemaran nama baik.

Namun belakangan Aridus justru ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan menyebarkan rasa kebencian atau permusuhan individu berdasarkan SARA. "Kami sudah bertemu langsung, Kapolda bahkan menegaskan kalau persoalan pribadi ditarik ke urusan SARA akan distop. Pernyataan ini bahkan sudah dipublikasikan secara resmi. Maka bisa dikatakan kapolda telah melakukan pembohongan publik," kata Mardika di Denpasar pada Jumat (04/11/2016). 

Atas hal ini Mardika meminta kepada Polda Bali untuk bekerja secara profesional dalam menangani kasus Aridus. Mardika juga berharap agar DPRD Bali segera memanggil Kapolda Bali untuk memberikan penjelasan. 

"Kami meminta DPRD Bali segera panggil kapolda Bali sebagai bagian dari fungsi kontrol masyarakat," tegas Mardika.

Reporter  : Robinson Gamar