Bule Pencabul Belasan Anak Batal Ajukan Banding

Minggu, 06 November 2016 22:55 Hukum & Kriminal

Bagikan

Bule Pencabul Belasan Anak Batal Ajukan Banding
Yanuar Nahak (SN)
Denpasar,Semetonnews- Warga Negara Australia, Robert Endrew Fides Ellis yang menjadi terdakwa dalam kasus pencabulan anak dibawah umur, akhinya menyatakan batal mengajukan banding atas vonis 15 tahun penjara yang dijatuhkan majelis hakim PN Denpasar pimpinan Wayan Sukanila. 

Hal ini seperti diungkap salah satu kuasa hukumnya, Yanuar Nahak."Kami batal banding,"kaya Yanuar yang dihubungi, Minggu (6/11/2016). Dikatakan pula Bule berjanggut panjang itu, akhirnya memilih menerima putusan majelis hakim pimpinan Wayan Sukanila itu. 

Yanuar mengatakan, Robert tidak mau mengajukan banding. Alasanya, terdakwa menerima putusan hakim karena mengaku salah."Terdakwa mengatakan menerima hukuman itu (15 tahun penjara) karena memang mengaku salah,"ungkap pengacara muda ini.
 
Padahal kaya Yanuar, dia bersama rekanya, Benny Hariyono sudah menyiapkan memori banding."Memori banding sudah kami susun, tapi setelah kami bertemu dan meminta surat kuasa penunjukan sebagai kuasa hukum, Robert menolak dan tidak mau mengajukan banding,"beber Yanuar. 

"Terdakwa tidak mau banding, ya mau bagaimana lagi, kami pun tidak berbuat apa,"pungkasnya. Seperti diberitakan sebelunya, majelis hakim PN Denpasar pimpinan Wayan Sukanila dalam amar putusanya menyatakan, terdakwa Robert Endrew Fides Ellis  terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana bujuk rayu terhadap anak untuk mempermudah melakukan aksi pencabulan pada korbannya.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dalam diancam dalam Pasal 76 E jo Pasal 82 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014, tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 jo Pasal 65 Ayat 1 KUHP."Menghukum terdakwa dengan pidana penjara salama 15 tahun,"demikian vonis Hakim Sukanila.

Mejelis hakim juga menyatakan menolak pembelaan yang diajukan oleh tim kuasa hukum terdakwa yang menyatakan terdakwa tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana yang dimaksud. Hakim menolak dengan alasan tim kuasa hukum terdakwa tidak mampu membuktikan pembelaanya."Karena itu pembelaan terdakwa melalui kuasa hukumnya kami nyatakan ditolak,"tegas Hakim Sukanila.

Sebelum menjatuhkan vonis, majelis mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan. Yang memberatkan perbuatan terdakwa telah merusak masa depan anak-anak, memperburuk citra dunia pariwisat Bali."Hak yang meringakan, terdakwa mengakui perbuatanya, tidak berbelit-beli dan belum pernah dihukum,"kata Hakim Sukanila. Vonis majelis hakim ini nyaris sama dengan tuntutan jaksa. Hanya, hukuman penjaranya saja yang dikurangi setahun dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Purwanti. (SN)