Sebagai Pangti, Presiden Jokowi : Jangan Tolerir Gerakan Pemecah Belah Bangsa

Senin, 07 November 2016 15:51 Nasional

Bagikan

Sebagai Pangti, Presiden Jokowi : Jangan Tolerir Gerakan Pemecah Belah Bangsa
Presiden Jokowi, Bersalaman Dengan Prajurit (setkab-SN)
Jakarta,Semetonnews- Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Panglima Tertinggi (Pangti) TNI memerintahkan jajaran TNI dan Polri agar tidak mentolerir gerakan yang ingin memecah belah dan mengadu domba bangsa dengan provokasi dan politisasi.

“Jangan ragu bertindak untuk keutuhan NKRI kita,” tegas Presiden Jokowi dalam apel prajurit TNI, di Mabes TNI AD di Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin (7/11) siang.

Sebagai Panglima Tertinggi TNI, Presiden memerintahkan para prajurit TNI untuk menegakkan kesatuan komando.

“Pegang teguh amanat Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Jaga soliditas, tunjukkan jati diri NKRI, negara dan bangsa Indonesia,” pinta Presiden.

Presiden meminta kekompakan TNI dan Polri yang telah ditunjukkan di lapangan terus dijaga, dirawat, dan dilanjutkan di semua tingkatan.

“Kekompakan itu harus digalang dari atas, para perwira sampai ke prajurit-prajurit. Ini penting sekali,” kata Presiden seraya mengingatkan jajaran TNI dan Polri agar melakukan koordinasi dan sinergi dalam menjalankan tugas negara.

Presiden meyakini, ketika TNI dan Polri solid, kompak, dan bersatu, maka akan bisa mempersatukan Indonesia, mempersatukan ras, suku, dan agama yang berbeda-beda yang ada di negara Indonesia dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan bangsa.

Apel yang dipimpin oleh Panglima TNI ini diikuti oleh 2.185 Prajurit TNI dari Angkatan Laut, Angkatan Darat dan Angkatan Udara.

Usai memberikan arahan, Presiden Joko Widodo selaku Panglima Tertinggi TNI berjabat tangan dengan para prajurit satu per satu.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.(SN/Setkab)


Reporter: Wawan Nike