Vidakovic Selamatkan Indra Sjafri dari Tekanan Mundur

Senin, 07 November 2016 22:06 Sport & Life Style

Bagikan

Vidakovic Selamatkan Indra Sjafri dari Tekanan Mundur
Syakir Sulaiman salah satu pencetak gol Bali United saat ditempel pemain Bariro Putra. (Sena Aji/Semetonnews)

Gianyar, Semetonnews – Ditengah goyangan diminta mundur oleh beberapa suporternya kepada manajer sekaligus pelatih kepala Bali United Indra Sjafri, striker asing Nemanja Vidakovic menjadi penyelamat.

 

Bagaimana tidak, Bali United nyaris ditahan imbang Barito Putra meski akhirnya menang 3-2 pada duel pekan 27 kompetisi ISC A 2016, di stadion Dipta Gianyar, Senin (7/11/2016) malam.

 

Sejak kick off Indra Sjafri masih kelihatan tenang bahkan senang ketika dua pemainnya Fadil Sausu di menit 28 melalui tendangan bebas, dan Syakir Sulaiman di menit 44 memanfaatkan kemelut bola mampu menjebol gawang Barito Putra yang dijaga kiper Adhitya Harlan.

 

Namun Indra Sjafri benar-benar tegang ketika Barito Putra mampu menyamakan dua gol balasan di babak II melalui pemainnya Aef Maulana di menit 51 dan Thiago Eduardo Do Amaral di menit 54, usai menyarangkan bola di dalam jala gawang Bali United yang dikawal M. Diky Indriyana.

 

Akhirnya Indra Sjafri benar-benar bisa tersenyum dan senang, ketika pemain pengganti asingnya, Nemanja Vidakovic memberikan kemenangan bagi timnya di menit 89, sekaligus menyelamatkan Bali United dari hasil imbang.

 

Hasil positif Bali United itu disambut syukur Indra Sjafri. “Hanya saja saya ingin jangan ada pemain lagi yang cedera. Apalagi kemenangan ini merupakan modal kebangkitan dalam menghadapi laga berikutnya, “ cetusnya.

 

Keinginan itu karena dirinya berkeinginan besar pemainnya semuanya tidak ada yang cedera, sehingga Indra Sjafri bisa membuat performa timnya kembali kokoh dan permanen ke depannya.

 

Lantas bagaimana dengan Barito Putra ? Pelatih Barito Putra, Yunan Helmy menilai kerja keras dilakukan para pemain dan timnya untuk bisa meraih hasil positif. Tapi pemainnya justeru di babak I menunjukkan percaya diri yang kurang.

 

“Babak I akibatnya kebobolan dua gol, namun performa tim meningkat di babak II sehingga sempat menyamakan kedudukan, walaupun akhirnya kalah,” pungkas Yunan Helmy.

 

Reporter : Sena Aji