Dikunjungi Komisi II DPR RI, ORI Perwakilan Bali Paparkan Kinerja

Kamis, 10 November 2016 22:24 Politik

Bagikan

Dikunjungi Komisi II DPR RI, ORI Perwakilan Bali Paparkan Kinerja
Kunjungan Komisi II DPR RI ke ORI Bali
Denpasar,Semetonnews-Komisi II DPR RI yang dipimpin oleh Yanwar Prihatini mengunjungi Ombudsman RI (ORI) Perwakilan Bali di Jalan Diponegoro Denpasar, Kamis (10/11) kemarin.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab memaparkan kepada rombongan DPR RI bahwa kinerja Ombudsman RI Perwakilan Bali masuk dalam kategori baik dengan rincian dari 135 laporan yang masuk, kurang lebih separuhnya telah diselesaikan. Atau jika dipersentasekan sebanyak 64,44 persen. Bahkan, kinerja tersebut masuk dalam 10 besar terbaik di Indonesia.

Terkait laporan, Umar menceritakan bahwa Ombudsman RI Perwakilan Bali tak hanya menunggu adanya pelaporan dari masyarakat saja, misalnya saja tentang infrastruktur dan Kepegawaian. Akan tetapi, pihaknya aktif "jemput bola" dengan cara turun langsung ke lapangan untuk mengawasi. Begitu juga dengan penanganan laporan, Ombudsman RI Perwakilan Bali juga terbilang cepat yakni sekitar kurun waktu satu minggu saja.

Dihadapan para rombongan Komisi II DPR RI, pria asal Ende Flores ini menceritakan hal unik terkait pelaporan yang masuk. Dimana, pelaporan tak hanya didominasi masyarakat lokal saja, melainkan laporan juga dari wisatawan asing (bule). “Ade bule-bule yang datang ke sini (Ombudsman),” katanya, Kamis (10/11/2016) kemarin.

Kebanyakan, lanjut Umar, selama ini laporan yang masuk dari para wisatawan asing tersebut seputar perijinan untuk melakukan investasi di Bali. Selain itu, juga tentang keimigrasian. Misalnya, Paspor ditahan oleh Pihak Imigrasi.

Ombudsman Bali juga mendapat pertanyaan dari salah seorang anggota DPR RI tentang godaan dalam penanganan kasus. Mendapat pertanyaan tersebut, Umar mengakui pernah mendapat godaan. Contohnya saja soal kasus perekrutan PNS. “Tapi kami tetap dengan integritas kami,” jelasnya didampingi anggota Ombudsman RI, Dadan Suparjo Suharmawijaya.

Bahkan kata Umar, dirinya pernah mengalami kajadian pada saat menangani satu kasus. Dimana, pada saat ini, pihaknya disodori amplop dari salah satu kepala dinas. Namun, pihaknya langsung menolak mentah-mentah hal itu. “Saya bilang jangan hina saya. Jadi godaan seperti itu, termasuk perempuan, tidak akan menggoyahkan kami,” tegasnya. 

Reporter : Hariz Ibrahim