Pasek Suardika : Tidak Etis Pejabat Publik Ngotot Pidanakan Rakyatnya

Sabtu, 12 November 2016 11:00 Politik

Bagikan

Pasek Suardika : Tidak Etis Pejabat Publik Ngotot Pidanakan Rakyatnya
I Gede Pasek Suardika (dua.kiri) dalam Forum Diskusi Peduli Bali. (Robi/Semetonnews.com)
Denpasar, Semetonnews - Anggota DPD RI asal Bali I Gede Pasek Suardika mengaku heran jika ada pejabat publik ngotot mempidanakan rakyatnya hanya karena postingan status di media sosial. padahal menurutnya serisu menanggapi medsos hanya dilakukan orang yang tidak waras. Apalagi yang serius menanggapi medsos itu pejabat publik.

"Sangat tidak etis secara politik jika seorang pejabat publik yang kuasai suatu wilayah ngotot mempidanakan rakyatnya sendiri," kata Pasek Suardika dalam diskusi bulanan Forum Diskusi Peduli Bali pada Jumat (11/11/2016) di Warung Kubu Kopi, Denpasar. Secara khusus Pasek Suardika menyoroti kasus yang kini menimpa kolumnis senior Made Sudira alias Aridus.

Seharusnya pihak yang merasa tersinggung menjawab apa yang menjadi pertanyaan dalam postingan Aridus tersebut. Pasek menilai penyidik tidak mandiri dalam menyelesaikan kasus ini, terkesan ada tekanan dari pihak tertentu. Pasalnya ada sejumlah kejanggalan, mulai dari pengenana pasal yang tidak sesuai dengan duduk persoalan sampai penetapan tersangka setelah terbitnya SP2HP.

"Saya menilai kasus ini sudah tidak sehat karena prosesnya terkesan sangat dipaksakan. Saya sarankan ke tim pengacara Aridus agar ajukan pra peradilan. Kalau hakimnya netral pasti menang," kata Pasek Suardika.

Sementara itu pengamat politik Made Ras Amanda Gelgel mengatakan jika penguasa ngotot mempidanakan rakyatnya menunjukan pemimpin tersebut takut kehilangan kekuasaannya. Pemimpin yang suka mempidanakan rakyatnya sangat tidak beretika secara politik.

"Itu menandakan takut kehilangan kekuasaan. Sangat disayangkan kalau ngotot mempidanakan rakyat sendiri, itu sangat tidak beretika secara politik," kata Amanda.

Reporter   : Robinson Gamar