Tolak Reklamasi, Pasek Suardika Cocok Jadi Cagub Alternatif

Sabtu, 12 November 2016 11:44 Politik

Bagikan

Tolak Reklamasi, Pasek Suardika Cocok Jadi Cagub Alternatif
Gede Pasek Suardika. (Ist/Semetonnews.com)
Denpasar, Semetonnews - Pengamat politik I Gusti Putu Artha mengatakan dalam pemilihan gubernur Bali 2018 mendatang diperlukan kehadiran figur-figur muda alternatif. Alternatif tentu tidak dimaknai sebagai calon independen. Tapi figur-figur yang lebih fresh dibandingkan nama-nama yang sudah beredar. Salah satu calon alternatif tersebut adalah senator asal Bali I Gede Pasek Suardika.

Calon yang sudah beredar antara lain Ketua Golkar Bali Ketut Sudikerta dan ketua DPD PDI Perjuangan Bali I Wayan Koster. Kalau cuma nama-nama itu yang muncul maka dapat dipastikan maka partisipasi publik akan stagnan. Pasalnya kedua figur ini tidak memiliki sikap yang jelas soal isu yang kini menjadi perhatian publik yaitu reklamasi teluk benoa.

"Salah satu syarat menjadi bakal calon menurut saya adalah tolak reklamasi teluk Benoa, calon-calon yng ada saat ini tidak punya sikap tegas soal itu, karena itu diperlukan figur alternatif" kata Putu Artha pada Jumat (11/11/2016) di Denpasar. Pasek Suardika menurut Artha cocok jadi calon alternatif karena sikapnya tegas tolak reklamasi. Pasek juga dikenal memiliki visi dan pengetahuan yang luas tentang Bali.

"Kalau kita ingin calon yang fresh dan punya sikap tegas maka Pasek Suardika bisa jadi pilihan," kata Artha. Jika Pasek serius dengan sebaran dukungan di sejumlah titik maka langkah konkritnya bisa dimulai 1 Januari 2017.Jika terlambat maka publik akan dihadapkan pada pilihan itu-itu saja.

Menanggapai hal ini Pasek Suardika cukup berhati-hati. Walau memberi kesan siap tarung, Pasek Suardika tetap punya perhitungan sendiri. Bali menurutya memiliki kehasan-kekhasan politik tertentu yang harus diperhitungkan. tidak semata-mata hitungan statistik.

Kalaupun saat ini masih berkalkulasi tidak berarti takut menghadapi kontestasi Pilkada. Jika hitungannya belum siap maka akan dilepas, sebaliknya jika nanti hitungannya bisa maka akan maju. Apalgi sangat sulit menggunakan jalur independen. di sisi lain partai-partia yang sudah ada mulai "dikapling" sejumlah calon.

"Itu kan kompetisi biasa, ya kita berhitung dulu. Kalau sudah saatnya akan diambil," kata Pasek Suardika.

Reporter  : Robinson Gamar