Satu Balita Meninggal, Pelaku Jaringan JAT Kaltim dan Anshori Jatim

Senin, 14 November 2016 09:32 Nasional

Bagikan

Satu Balita Meninggal, Pelaku Jaringan JAT Kaltim dan Anshori Jatim
Salah satu balita yang menjadi korban aksi biadab teroris di Samarinda, Kalimantan Timur. (Net/SN)
Samarinda, Semetonnews - Intan Oivia Bnjarnahor (3,5) balita korban bom molotov di Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (14/11/2016) Pukul 05.00 WITA meninggal dunia. Korban yang mengalami luka bakar berat adalah satu dari empat balita yang menjadi korban aksi biadab teroris pada aksi Minggu (13/11/2016).

Balita lain yang terluka adalah Anita Christabel (2),  Alfarou Sinaga (4), dan Triniti hutahaean (3). Sedangkah Joh alias Jo bin Muhammad Aceng Kurnia yang merupakan pelaku peledakan bom molotov di gereja tersebut berhasil diamankan warga dan diserahkan ke pihak kepolisian.

Joh merupakan napi bom Puspitek Serpong, Tangerang Selatan, yang baru bebas 2014. Saat beraksi di Tangerang Selatan, teroris satu ini bergabung dengan kelompok Pepy Vernando. Setelah bebas pelaku bergabung dengan kelompok JAT Kaltim yang berhubungan dengan Kelompok Anshori di Jawa Timur.

Reporter: VR Nugraha