Dagang Canang Ini Akhirnya Diesksekusi

Senin, 14 November 2016 14:10 Hukum & Kriminal

Bagikan

Dagang Canang Ini Akhirnya Diesksekusi
Ni Gusti Ayu Nyoman Suciati didampingi suaminya saat di Kejari Denpasar (SN)
Denpasar,Semetonnews-Ni Gusti Ayu Nyoman Suciati (37) yang oleh mejelis hakim kasasi divonis 1 tahun penjara, akhirnya dieksekusi tim Jaksa Kejari Denpasar,Senin (14/11/2016). Seperti diketahui, terpidana yang sehari-hari berjualan canang di pasar Badung itu, sebelumnya divonis onslag oleh majelis Hakim Tipikor Denpasar. 

Jaksa yang tidak terima dengan vonis itu langsung mengajukan kasasi. Singkat cerita, kasasi diterima dan terdakwa divonis 1 tahun penjara serta diwajibkan membayar denda Rp 50 juta subsider tiga bulan penjara."Saya sedang mendampingi terpidana, saat ini masih menunggu eksekusi,"jelas Eddy Hartaka, kuasa hukum terpidana yang ditemui di Kejari Denpasar.

Dikatakan pula, eksekusi belum dilakukan kerena masih menunggu Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Denpasar."Belum dieksekusi karena belum ada tanda tangan dari Kasi Pidsus,"tegas Eddy Hartaka. Seperti diberitakan sebelumnya, terdakwa divonis bersalah oleh majelis hakim kasasi dan dihukum penjara selama 1 tahun. 

Dalam amar putusan kasasi disebut, majelis hakim kasasi memutuskan mengabulkan pemohonan kasasi Jaksa Penuntut Umum Kejari Denpasar. Selain itu dalam putusanya juga disebut membatalkan putusan pengadilan tipikor Denpasar. Seperti diberitakan sebelum, terdakwa oleh majelis hakim tipikor pimpinan Hasoloan Sianturi divonis bebas. Atas vonis itu, Jaksa langsung mengajukan kasasi. 

Jaksa mengajukan kasasi karena tidak sependapat dengan keputusan Majelis Hakim tipikor pimpinan Hasoloan Sianturi itu. "Intinya kami tidak sependapat dengan Majelis,"terang Jaksa I Gede Agus Suharta. Seperti diberitakan sebelumnya,  Terdakwa Ni Gusti Ayu Nyoman Suciati (37) yang didakwa melakukan korupsi dana bergulir PNPM-Mpd (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan) Petang, Kabupaten Badung sehingga dituntut 1,5 tahun ditambah denda pidana Rp50 juta subsider sembilan bulan, serta diwajibkan mengembalikan sisa kerugian negara, karena terbukti sesuai dakwaan subsider yakni pasal 3 UU No. 31 tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah menjadi UU No.20 tahun 2001, akhirnya diputus lepas atau onslag van recht vervolging.

Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor pada PN Denpasar, Rabu (13/5/2016) lalu, majelis hakim yang diketuai Hasoloan Sianturi menyatakan terdakwa terbukti melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam surat dakwaan jaksa penuntut umum, namun tidak ada niat melakukan perbuatan yang merugikan negara atau berpotensi merugikan negara, bahkan telah terjadi hubungan hukum keperdataan pinjam meminjam yang memang seharusnya diterima oleh terdakwa yang berprofesi sebagai pedagang canang dan tergolong masyarakat miskin yang menjadi sasaran dana bergulir PNPM-Mpd.

"Terlebih terdakwa sejak membuat perjanjian hingga menjalani penahan juga persidangan, terus mencicil sebagaimana telah disepakati dalam perjanjian,” tandas Hasoloan.Oleh karena itu, selain memutus lepas, majelis hakim memulihkan harkat dan martabat terdakwa, juga memerintahkan segera dikeluarkan dari tahanan sejak putusan dibacakan.

Reporter : Maria Gracia