Hakim Vonis Pembunuh PSK 10 Tahun Penjara

Selasa, 15 November 2016 20:44 Hukum & Kriminal

Bagikan

Hakim Vonis Pembunuh PSK 10 Tahun Penjara
Komang Arim Sujana (SN)
Denpasar,Semetonnews-I Komang Arim Sujana (23), terdakwa kasus  pembunuh PSK (Pekerja Seks Komersial) bernama Ni Luh Tety Ramuna, akhirnya divonis 10 tahun penjara oleh Majelis Hakim PN Denpasar, Selasa (15/11).

Ketua Majelis Hakim I.G.N Parta Bhargawa dalam amar putusnya menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan dan pencurian sebagaimana diatur dalam Pasal 338 dan 362 KUHP."Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 10 tahun,"kata Hakim dalam amar putusanya.

Vonis hakim ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Dewa Lanang yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman 12 tahun penjara. Pertimbangan hakim menjatuhkan vonis lebih ringan dari tuntutan Jaksa karena dalam sidang terdakwa menyesali perbuatanya, pernah dihukum, berterus terang dan bersikap sopan.

"Sedangkan hal yang membaratkan, perbuatan terdakwa membuat keluarga korban kehilangan dan terdakwa selain menghilangkan nyawa korban, juga telah merampas barang-barang milik korban,"tegas Hakim.

Sebagaimana terungkap dalam fakta persidangn, kasus pembunuhan ini berawal saat terdakwa menginap di Hotel Wisma Warta, Jalan Pidada VI Nomor 4, Denpasar Utara, pada 19 Juli 2016 Pukul 22.15 Wita dan meminta saksi Teuku Ismal yang merupakan karyawan di penginapan itu untuk mencarikan terdakwa wanita penghibur.

Saksi Ismail bersama terdakwa sempat mencari PSK Hotel Ijo, Jalan Cargo. Namun tidak menemukan wanita penghiur yang cocok. Karena tidak cocok, terdakwa dan saksi menuju ke Hotel Diana dan bertemu dengan korban Ni Luh Tety Ramuna.

Saat itu juga, terdakwa mengajak korban berkencan di Ramuna di Hotel Diana pada Pukul 17.00 Wita. Karena terdakwa lupa membawa dompet, terdakwa meminjam uang Rp250 ribu kepada sopir taksi dan berjanji akan mengganti uang yang dipinjamnya itu di Hotel Wisma Warta.

Pada Pukul 21.30 Wita terdakwa kembali mengajak korban ke Hotel Wisma Warta. Saat dihotel itulah, korban meminta uang kepada terdakwa Rp1,5 juta karena sudah melayani terdakwa. Merasa tertekan dengan ucapan dan makian korban, terdakwa langsung mencekek leher korban dan membekap wajah korban dengan menggunakan bantal hingga korban mati lemas. (SN)