Kejari Tetapkan Sekwan DPRD Denpasar Jadi Tersangka Kasus Perdin

Kamis, 17 November 2016 18:33 Hukum & Kriminal

Bagikan

Kejari Tetapkan Sekwan DPRD Denpasar Jadi Tersangka Kasus Perdin
Kajari Denpasar, Erna Normawati Widodo didampingi Kasi Pidsus Syahru Wira saat menggelar jumpa pers (SN)
Denpasar,Semetonnews-Setelah sebelumnya menetapkan I Gusti Made Patra sebagai tersangka kasus Perdin (perjalanan dinas) DPRD Kota Denpasar, Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar, Kamis (17/11/2016) kembali menetapkan satu orang tersangka dalam kasus yang merugikan keuangan negara kurang lebih Rp 2,2 miliar.

Dia adalah Sekrataris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Denpasar yang juga kuasa pengguna anggaran (KPA), I Gusti Rai Suta. Hal ini ditegaskan langsung Kajari Denpasar, Erna Normawati Widodo Putri saat menggelar jumpa pers dengan wartwan di Aula Kejari Denpasar siang tadi. Erna mengatakan, penetapan Rai Suta sebagai tersangka ini adalah hasil pengembangan dan juga ekspos (gelar perkara).

"Kami telah beberapa kali menggelar ekspos, dan hasilnya kami menetapkan Rai Suta yang saat itu menjabat KPA  sebagai tersangka,"kata Erna didampingi Kasi Pidsus, Syaru Wira.
Dikesempatan yang sama, mantan Aspidsus Kejati Bali ini juga kembali mengatakan bahwa, dalam kasus ini tidak menutup kemungkinan akan ada tamban tersangka lagi."Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lagi. Ini tergantung perngembangan dan persidangan untuk tersangka Gusti Made Patra,"tegas Erna.

Sedangkan untuk tersangka I Gusti Made Patra, Erna mengatakan, berkas dan tersangka sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor, Kamis (17/11/2016) tadi."Untuk tersangka Made Patra, dakwaan sudah rampung, dan kasusnya sudah kami limpahkan hari ini  ke Pengadilan Tipikor,"jelas Erna.

Dengan ditetapkanya Rai Suta sebagai tersangka, maka dalam kasus ini Kejari Denpasar sudah menetapkan dua orang tersangka. Kasus ini sendiri, kata Erna terjadi karena adanya mark up beberapa item saat anggota DPRD Kota Denpasar melakukan kunjungan kerja dibeberapa daerah ditahun 2013 silam."Mengenai apa saja yang di mark up, nanti akan terungkap dalam persidangan,"pungkasnya. (SN)