Aksi 'TOPO PENDEM' Dilakukan Warga Tolak 'CAGAK' Listrik Tambang di Kampungnya.

Jumat, 18 November 2016 01:23 Nasional

Bagikan

Aksi 'TOPO PENDEM' Dilakukan Warga Tolak 'CAGAK' Listrik Tambang di Kampungnya.
Ari dibujuk untuk naik ( fb- SN)
Banyuwangi, Semetonnews - Adalah Ari, salah satu warga Desa Ringintelu, Bangorejo, Banyuwangi, itu tolak penancapan tiang listrik milik tambang emas Tumpang Pitu, BSI. Kamis (17/11)

Ia, dengan aksi  'nyeleneh' nya itu, separuh badannya rela ditanam di lobang yang sedianya akan ditancapi tiang beton untuk fasilitas jaringan listrik yang menuju ke kawasan obyek vital milik industri tambang emas Tumpang Pitu itu. 

Lelaki nekat itu mengatakan bahwa dalam aksi 'kubur'  setengah tubuhnya itu sebagai unjuk rasa keprihatinan sejumlah warga yang lahan mereka ditancapi tiang beton. 

"Suara kami tak pernah didengar. Kami dipaksa untuk tanda tangan", eriaknya dari dalam lobang.

Dengan lantang ia berteriak agar untuk segera menyingkirkan semua alat yang ada di hadapannya, seperti alat derek, tiang beton hingga mobil truk. Ancamnya, ia tak akan bergeser sedikit pun dari dalam lobang itu jika semua keinginannya tidak dikabulkan oleh sejumlah pihak, seperti koramil, polsek, dan pihak PLN.  

Aksi  'topo pendem'  nya itu memang tepat di halaman masjid yang satu komplek dengan sekolah TK. Di tempat itulah menurutnya yang tak layak untuk ditancapi tiang beton, pasalnya, tidak ada jaminan keselamatan atas tempat itu jika terjadi insiden yang terkait dengan tiang listrik.

"Silakan tiang beton itu ditancap di tempat lain", teriaknya sambil kedinginan karena selama berjam-jam terguyur hujan deras.

Akhirnya, teriakan sang   'pertapa pendem'   itu dikabulkan oleh forpimka setempat yang hadir Saat itu hadir juga Agung [ anggota dewan dari NasDem ] yang sebelumnya telah  'ngerih-erih'  ( merintih ) dan merayunya agar ia keluar dari lobang yang seharusnya lebih  'pantas'  ditancapi tiang beton itu. Bukan ditancapi manusia.

Tanpa kesulitan yang berarti, akhirnya aksi sang  'topo pendem'  itu bersedia keluar dari lobang pertapaannya.  

Saksi Roy dan Andre  menceritakan kisah ini di Facebook dan menjadi viral, jika mau peka hal ini menunjukkan betapa Pemerintah Banyuwangi diprotes oleh warganya  korban konflik kawasan Tumpang Pitu. Kenapa masih menuai sisa ? (SN/Roy-Andre)