Sidang Perdana Aridus Jiro Digelar Senin Depan

Jumat, 18 November 2016 11:03 Hukum & Kriminal

Bagikan

Sidang Perdana Aridus Jiro Digelar Senin Depan
Tim PH Aridus Saat Jumpa Pers di Kubu Kopi (dok- SN)
Denpasar, Semetonnews - Sidang praperadilan yang dimohonkan Made Sudira alias Aridus melalui tim Solidaritas Advokat Untuk Kebebasan Berekspresi atau SATU AKSI akan digelar awal pekan depan, Senin (21/11/2016). Juru bicara SATU AKSI, Valerian Libert Wangge,SH mengatakan jika pihaknya selaku kuasa hukum pemohon praperadilan telah menerima akta panggilan sidang nomor; 13/Pid.Pra/2016/PN Dps. 

“Iya ... akta panggilan sidang sudah kami terima kemarin, dan segera ditindaklanjuti. Sidang perdana akan berlangsung hari Senin, 21 November 2016 nanti,” Kata Varis sapaannya. 

Dijelaskan bila sidang praperadilan akan dilangsungkan di Pengadilan Negeri Denpasar selama tujuh hari yang diawali dengan pembacaan permohonan praperadilan dari kuasa hukum pemohon. 

“Praperadilan akan fokus pada uji keabsahan penerapan hukum acara yang dilakukan termohon Polda Bali hingga ditetapkannya pemohon atau klien kami sebagai tersangka,”terangnya.

Sekjen HAMI Bersatu DPD Bali ini berharap agar proses persidangan nanti dapat berlangsung dengan baik, saling menghormati antar para pihak, serta dapat menjadi ruang edukasi bagi publik. Menurutnya, praperadilan merupakan “karya agung” yang mengutamakan penghormatan terhadap hak azasi, sehingga ini proses yang wajar dan wajib untuk diapresiasi.

“Melalui praperadilan ini, harapan kami prosedural hukum acara pidana akan kembali pada jalurnya yang benar bukan atas kehendak subyektif penegak hukum dengan mengabaikan aturan hukum yang ada,"ujarnya.

Selain itu ditegaskan jika permohonan praperadilan yang dilayangkan kliennya itu bukan bermaksud untuk "show", justru sebaliknya ingin melakukan kontrol terhadap adanya indikasi pelanggaran hukum yang meresahkan, ditengah terobosan pemerintah dan DPR RI yang baru saja mengesahkan perubahan revisi UU ITE khususnya penerapan pasal 27 ayat (3) UU ITE sebagai delik aduan. 

Pihak pemohon meyakini bila pihak termohon-pun memiliki pandangan serupa bahwa praperadilan merupakan ruang legal untuk menguji keabsahan prosedur hukum yang sudah dijalankan. Sehingga apapun hasil akhirnya nanti, semua pihak akan menerima dan menghormatinya sebagai kepastian hukum. (SN/ TIM PH ARIDUS JIRO)