Minimnya Seniman Lokal Dalam Nusa Dua Fiesta Jadi Sorotan Tajam

Sabtu, 19 November 2016 20:11 Wisata

Bagikan

Minimnya Seniman Lokal Dalam Nusa Dua Fiesta Jadi Sorotan Tajam
Nusa Dua Fiesta (Ist- SN)


Denpasar, Semetonnews - Nusa Dua Fiesta (NDF) 2016 kali ini menjadi sorotan banyak pihak. Kritikan tajam kali ini dilontarkan anggota DPRD Bali Wayan Tagel Arjana yang mengkritisi masih minimnya keterlibatan seniman lokal dalam event Nusa Dua Fiesta (NDF).

"Saya amati susunan acara pelibatan seniman lokal sangat minim dibanding 'tagline' yang diusung untuk meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara dan asing ke Bali," ucapnya di Denpasar, Sabtu 19 November 2016.

Menurutnya panitia seharusnya sudah mempersiapkan secara matang, sehingga seniman lokal lebih banyak bisa tampil di panggung hiburan pada NDF yang diselenggarakan di Pulau Peninsula selama lima hari hingga Minggu (20/11) tersebut.

"Dana yang cukup besar tersebut semestinya bisa memberi ruang kepada seniman lokal dan lebih banyak mengisi acara tersebut. Karena wisatawan asing datang ke Bali ingin menikmati hiburan seni budaya masyarakat setempat, apalagi peserta pameran kerajinan dan promosi pariwisata diikuti juga dari sejumlah daerah di Indonesia. Wisatawan asing justru mereka bosan dengan kesenian modern," sindir politikus asal Kabupaten Gianyar itu.
     
Dengan ditampilkannya kesenian lokal lebih banyak di ajang tahunan yang digelar ITDC tersebut, maka keinginan wisatawan asing dan masyarakat Bali akan lebih tertarik ke NDF.
 
"Sebagai perusahaan milik BUMN, pihak ITDC semestinya memberi ruang kepada seniman lokal lebih banyak tampil di ajang tersebut, bukan sebaliknya lebih menonjolkan kesenian berbau modern," kritiknya.

Untuk itu, ia berharap ke depan pihak penyelenggaran NDF lebih kreatif dan inovatif dengan melibatkan masyarakat lokal dalam kegiatan tersebut, sehingga anggaran dana yang cukup besar juga dirasakan masyarakat setempat.
     
"Peran masyarakat Bali dalam memajukan pariwisata sangat penting dan potensinya sangat besar, walau mereka tinggal di pedesaan. ITDC harus peduli dengan masyarakat setempat, salah satunya mereka dilibatkan dalam pementasan kesenian dan lainnya," harapnya.
     
Sarjana yang juga seorang pemerhati budaya ini menegaskan pelibatan kesenian lokal pada tahun ini memang sangat sedikit, terlebih publikasi di media lokal sangat minim sekali, dibanding tahun sebelumnya.
     
"Kalau saya perhatikan pelibatan seniman lokal sangat sedikit. Kita tidak tahu konsep NDF tahun ini. Karena itu warga juga tidak tertarik datang ke sana," ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Panitia NDF yang juga Direktur Operasional ITDC Anak Agung Ngurah Wirawan mengatakan anggaran untuk kegiatan NDF Ke-20 tahun 2016 sebesar Rp4,5 miliar meningkat dari tahun sebelumnya hanya sekitar Rp2,5 miliar.

"Untuk membuat sebuah kegiatan spektakuler memang perlu dukungan dana yang memadai. Ajang NDF tahun ini akan berbeda dibanding tahun sebelumnya, karena ada penambahan pementasan-pementasan, maupun anjungan lebih banyak," ungkapnya
     
Ngurah Wirawan juga mengatakan dana tersebut sepenuhnya dianggarkan dari dana perusahaan (PT Indonesia Tourism Development Corporate/ITDC).
    
"Bagi kami anggaran sebesar tersebut adalah sebuah investasi untuk membuat kegiatan tahunan yang lebih spektakuler dan diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan yang berlibur ke Indonesia, khususnya Bali," dalihnya.
     
Ia mengatakan penyelenggaraan NDF kali ini menggunakan konsep baru, sebagai pesta mingguan penuh di kawasan Nusa Dua, berupa rangkaian kegiatan yang tiada henti dari pagi hingga sampai malam hari.
     
"Dengan konsep tersebut kami berupaya mencari format baru dan elegan, sehingga pengunjung akan merasakan suasana hiburan yang lebih menarik dari tahun sebelumnya. Oleh karena itu kami mencari partner kerja yang bisa menyuguhkan sesuai dengan harapan dan perencanaan untuk menggelar ajang NDF," jelasnya.(BB/SN).