Konser Mini Seminyak Tolak Reklamasi Wujud Perlawanan Rakyat Terhadap Kriminalisasi

Minggu, 20 November 2016 11:37 Nasional

Bagikan

Konser Mini Seminyak Tolak Reklamasi Wujud Perlawanan Rakyat Terhadap Kriminalisasi


Kuta , Semetonnews - Perjuangan menolak reklamasi Teluk Benoa terus bergelora dari desa ke desa. Sejak sore hingga malam hari (Sabtu, 19/11), suara penolakan bergema di Desa Adat Seminyak. Di sore harinya, ratusan warga Seminyak menggelar aksi longmarch sejauh kurang lebih 2 km dari Balai Banjar Seminyak menuju perempatan Jalan Kunti. Aksi longmarch yang diiringi baleganjur dan diramaikan juga dengan kibaran bendera-bendera tolak reklamasi Teluk Benoa. Sesampai di perempatan tersebut Bendesa Adat Seminyak bersama Ketua Forum Aksi Nyata Seminyak (FANS) bersama-sama melepas kain penutup baliho Desa Adat Seminyak Tolak Reklamasi Teluk Benoa. 

Usai aksi, malam harinya Desa Adat Seminyak menggelar konser mini. Istimewanya, konser mini Seminyak tolak reklamasi Teluk Benoa digelar di Balai Banjar Adat Seminyak dan diramaikan  musisi dan seniman dari wilayah lain seperti seniman bondres Rare Kual dan Relung Kaca Band dari Buleleng, Sepatu Baja Band dari Tabanan. Selain itu juga panggung Konser Mini seminyak dimeriahkan dengan Jerinx SID feat Soni Bono, Geeksmile, Goldvoice termasuk dengan tari-tarian Bali dll.



Ketua FAN (Forum Aksi Nyata) Seminyak menjelaskan, maraknya intimidasi dan kriminalisasi terhadap para pejuang tolak reklamasi Teluk Benoa menjadi peletup Konser Mini di Seminyak. Pihaknya akan terus melawan intimidasi dan kriminalisasi terhadap gerakan tolak reklamasi Teluk Benoa. 

"Kita akan melawan segala bentuk intimidasi dan kriminalisasi yang acap kali dilakukan terhadap rakyat Bali yang memperjuangkan Teluk Benoa yg ingin direklamasi" ujar Made Ludra Santika. Konser mini tersebut menurutnya juga diadakan guna menyemangati dan terus mempersatukan semua pemuda yg ada di seminyak untuk terus berjuang menolak reklamasi.

Senada dengan FAN Seminyak, Ketua STT Eka Bhuana Tunggal Budhi, Made Dwi Widiantara, sepakat jika kriminalisasi dan intimidasi tidak bisa didiamkan. "Kami tidak akan tinggal diam melihat keaadan seperti ini" ujarnya. 

Ia juga berpendapat jika kebijakan reklamasi seluas 700 Ha yang akan dilakukan di teluk benoa akan berdampak negatif terhadap lingkungan dan juga pariwisata. "kami akan terus berjuang hingga rencana reklamasi di teluk benoa dibatalkan" ujarnya.

Ketegasan dan semangat warga Seminyak disambut Bendesa Adat Seminyak. "kami akan terus berjuang menolak reklamasi dan tidak akan berhenti berjuang sebelum Perpres 51 tahun 2014 dibatalkan". Tegas I Nyoman Sudana. 

Menurutnya, I Nyoman Sudana rencana reklamasi Teluk Benoa hanya menguntungkan investor rakus saja. Pihaknya juga berkaca pada reklamasi Serangan yang telah menyebakan banyak titik pantai habis akibat abrasi. "rencana  reklamasi Teluk Benoa hanya menguntungkan investor rakus saja" ujarnya dengan nada menggebu-gebu.

Sementara itu Koordinator Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBALI) menjelaskan jika perjuangan tolak reklamasi Teluk Benoa memanfaatkan segala potensi yang mereka miliki. Tenda-tenda seni dari kampung ke kampung untuk bersolidaritas menolak reklamasi akan terus kita dirikan. "apabila tidak ada investor yang memaksakan kehendaknya,  rakyat Bali tidak akan mungkin seperti ini. Akan ada tenda2 seni dari kampung ke kampung unt bersolidaritas menolak reklamasi. Kita tidak mengenal batas dan solidaritas berdatangan dari segala arah, dan gerak kita akan terus maju" ujar Wayan Gendo Suardana dengan semangat.



Wayan Gendo di dalam orasinya juga kembali menegaskan ketidakhadirannya di dalam pertemuan yang diadakan oleh Kementrian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan. Menurutnya Pertemuan yang diadakan sebagai tindak lanjut dari surat permohonan TWBI untuk menegakkan hukum tidak jelas. Karena tidak ada penjelasan penegakan hukum dalam konteks apa. Menurutnya, ForBALI berhak mempertanyakan undangan tersebut, apalagi maksud dan tujuan undangan tidak jelas ditambah lagi peserta yang diundang tidak setara. Jika terkait reklamasi teluk benoa harusnya mereka juga mengundang Pasubayan Desa Adat. Untuk itu pihaknya telah bersurat untuk mempertanyakan undangan tersebut dan meminta klarifikasi. "Kami bukan anti dialog,  jika rapatnya gak jelas dan tidak setara kedudukan atau komposisi pesertanya kita berhak mempertanyakan. Kita tidak punya konsesi apapun selain menyelamatkan Teluk Benoa. Ketika di gedung kekuasaan kita tidak ada ruang,  maka jalananlah yg menjadi ruang kita. Dan jika mereka mengejek kita berarti apa yg kita lakukan sudah benar,  karena mereka merasa tidak nyaman" pungkas Gendo.

Konser mini Seminyak tolak reklamasi Teluk Beno mendapat penjagaan ketat dari aparat kepolisian. Namun demikian konser tetap berlangsung dengan meriah dan ditutup dengan penampilan band beraliran Rap Rock, Geeksmile. (SN/ForBali).