Warga Banjar Belaluan Sad Mertha dan Tokoh Griya Beri Dukungan Pada Aridus

Selasa, 22 November 2016 10:35 Politik

Bagikan

Warga Banjar Belaluan Sad Mertha dan Tokoh Griya Beri Dukungan Pada Aridus
Warga banjar Belaluan Sad Mertha dan tokoh Griya Karang Tampak Gangsul datangi PN Denpasar. (Robi/Semetonnews.com)
Denpasar, Semetonnews - Puluhan warga banjar Belaluan Sad Mertha dan tokoh Griya Karang Tampak Gangsul, Denpasar mendatangi Pengadilan negeri (PN) Denpasar pada Selasa (22/11/2016).  Kedatangan mereka untuk memberikan dukungan kepada Made Sudira alias Aridus. Usai ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Bali, Aridus mengajukan pra peradilan ke PN Denpasar.

 Tokoh Griya Karang Tampak Gangsul, Ida Bagus Gana mengatakan apa yang diposting Aridus melalui akun Aridus Jiro sesungghnya menjadi kegelisahan warga sekitar Jayasabha, khususnya mengenai kondisi pohon beringin yang ada di areal rumah jabatan gubernur Bali tersebut.

"Kasus Pak Aridus bukan untuk pak Aridus saja tapi ini menyangkut warga Denpasar juga Bali pada umumnya," kata IB Gana. Menurutnya apa yang digelisahkan Aridus cukup berdasar. Pasalnya pada tahun 2015 lalu, warga setempat urung menggelar upacara Ngangget Don Bingin di Jayasabha karena kondisi pohon beringin tersebut tidak memungkinkan. 

Sebelum menggelar upacara pihaknya selaku sekretaris panitia pelaksana upacara Atma Wedana sempat melakukan pengecekan kondisi pohon beringin di Jayasabha. Ketika itu pohon beringin ternyata sudah dipangkas dan kondisi daunnya tidak memungkinkan untuk dilakukan upacara. karena itu sempat ada usulan untuk dipindahkan ke GOR Ngurah Rai. Namun, akhirnya diputuskan upacara ngangget Don Bingin digelar di Jero Kuta karena pohon beringin yang berada di GOR ngurah Rai belum diupacarai.

"Pohon di Jayasabha sudah turun temurun dpakai untuk upacara karena disucikan," kata IB Ghana. DIjelaskan IB Gana, pemangkasan pohon beringin di Jayasabha tanpa melalui komunikasi dengan pihak Griya. Padahal pohon tersebut meiliki hubungan spiritual dan sejarah yang erat dengan masyrakat setempat. 

"Griya Karang Tampak Gangsul tidak pernah mendapat pemberitahuan bahwa pohon itu akan dipangkas. Itu kan pohon suci, mestinya kalau dipangkas paling tidak ada pemberitahuan," kata Gana.

Untuk dketahui Aridus ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Bali berkaitan dengan postingan status di akun facebook Aridus Jiro. Dalam postingannya Aridus menulis "Pagi ini setelah acara megobdan atau mesangih, baik di rumah masing2 pengiring maupun secara massal  di Payadnyaan, terkait upacara Memukur di Pura Agung Jrokuta Denpasar, sore ini dilanjutkan dengan Upacara Ngangget Don Bingin. Sayang, acara tidak bisa lagi dilaksanakan di tempat biasa seturut tradisi karna pohon beringin bernilai sakral tsb dipangkas habis daun rantingnya, entah alasan apa? Ada yang berasumsi, mungkin orang penting yang kini berumah jabatan di sana tidak ingin terusik ketenangannya. Ohh begitukah? inikah cermin sikap Ajeg Bali termutakhir?"

Postingan ini kemudian mendorong Dewa Gede Mahendra Putra yang kini menjabat sebagai Karo Humas Pemrov Bali mempolisikan Aridus karena dianggap melakukan pencemaran nama baik. Dalam proses selanjutnya Aridus ditetapkan sebagai tersangka. Atas penetapan tersangka ini, kuasa hukum Aridus mengajukan pra peradilan ke PN Denpasar.


Reporter   : Robinson Gamar