Adhi Ardhana Minta Pastika Berbesar Hati Maafkan Aridus Soal Status Facebook

Kamis, 24 November 2016 00:44 Politik

Bagikan

Adhi Ardhana Minta Pastika Berbesar Hati Maafkan Aridus Soal Status Facebook
Gung Adhi, Anggota komisi II DpRd Provinsi Bali
Denpasar, Semetonnews.com-Tak hanya lewat upaya hukum, upaya terhadap  Kasus “Don Bingin” yang menyeret nama Made Sudira alias Aridus Jiro juga menuai simpati dari anggota Komisi II DPRD Bali Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana.

Adhi Ardhana yang prihatin atas kegelisahan warganya yang kini telah menyandang status tersangka, ia pun meminta kepada Gubernur Bali Made Mangku Pastika agar memaafkan Aridus Jiro atas status kegelisahan budaya yang pertanyakan " Ngangget Don Bingin" di media sosial facebook beberapa waktu lalu. “Saya sebagai wakil Kota Denpasar menerima keluhan mengenai pencemaran nama baik oleh Bapak Made Sudira (Aridus). Sebagai wakil kota Denpasar saya menyampaikan permintaan maaf beliau. Beliau juga sudah menyampaikan permintaan maaf di media sosial dan bersikap yang baik dengan menghapus status tersebut. Sekarang beliau sedang sidang praperadilan, saya minta Pak Gubernur memaafkan beliau dan fokus membangun daripada memperkarakan warga kita,” pintanya pada saat Rapat Pembahasan Anggaran APBD Bali Tahun 2017, Rabu (23/11) 

Namun sayangnya respon  Gubernur Bali Made Mangku Pastika ibarat pungguk rindukan bulan, Pastika menganggap apa yang dilakukan oleh Aridus Jiro sejatinya bukanlah pencemaran nama baik. Melainkan menyebarkan kebencian. Sehingga, ditakutkan apa yang telah dilakukan oleh Aridus bisa menjadi kebencian. “Apa ada KTP atas nama Aridus, itu kebiasaan buat akun palsu. Kalau pakai akun bener, tidak akan berani maki orang. Harusnya, polisi begitu datang Aridus tanya mana KTP-nya, tempat tanggal lahir dimana, kalau KTP-nya Sudira, Aridus mana? Itu sudah pidana itu pemalsuan identitas. Belum lagi maki-maki orang, itu bukan pencemaran nama baik tetapi penyebaran berita bohong dan penyebaran kebencian,” tegasnya.

Yang ditakutkan Pastika adanya pernyataan dari Aridus di Media Sosial dapat menyebarkan kebencian pada masyarakat. Misalnya saja, seperti kasus yang terjadi di Balai Tanjung Medan. “Kalau orang Denpasar marah nanti bagaimana? Siapa yang jamin, bisa saja orang datang ke Jaya Sabha dan menghancurkan Jaya Sabha karena itu. Kita ingat Tanjung Balai, karena suara azan orang komplain dibakar 11 wihara. Karena ini persoalan agama, itu (Aridus) persoalannya penyebaran kebencian, berbau SARA. Dia tidak paham soal itu, tolong sampaikan hal ini. Dan dia belum pernah berusaha minta maaf ke saya, belum pernah, dia harus minta maaf kepada bangsa ini,” pungkas Pastika. (SN/HI)

Reporter: Hariz Ibrahim