Saksi Sebut, Terdakwa Racik Sabu untuk Dipakai Sendiri

Kamis, 24 November 2016 21:13 Hukum & Kriminal

Bagikan

Saksi Sebut, Terdakwa Racik Sabu untuk Dipakai Sendiri
Terdakwa Benjamin Bailer (baju pitih) saat mendengarkan keterangan saksi (S)
Denpasar,Semetonnews-Warga Negara Jerman bermana Benjamin Bailer (38), yang kedapatan menyimpan sabu-sabu dan memiliki alat untuk meracik sabu, Kamis (24/11/2016) siang kembali dihadirkan di PN Denpasar untuk disidangkan. Sidang, masuk pada agenda pemeriksaan saksi.

Dihadapan majelis hakim pimpinan Ekstar Oktavi, Jaksa Penuntut Umum menghadirkan saksi petugas dari BNNP Bali bernama Ketut Puja. Dalam kesaksian, saksi menuturkan, saat dilakukan penangkapan, petugas berhasil mengamankan dua paket sabu sabu seberat  0,71 gram yang ditemukan di samping meja dalam kamar terdakwa.

"Saat menggeledah kamar terdakwa di lantai dua, kami menemukan sabu-sabu di samping meja milik korban, dan menemukan alat-alat untuk membuat sabu sabu,"ujar Ketut Puja. Dijelaskan pula, terdakwa memiliki alat-alat untuk meracik sabu, karena ingin mencoba membuat untuk digunakan sendiri.

Sedangkan cara membuatnya terdakwa belajar dari internet. Selain menemukan alat-alat peracik sabu-sabu, saksi juga mengatakan, dalam kamar terdakwa, petugas menemukan bahan-bahan kimia (prekursor). "Apa saksi tanyakan, apa motif terdakwa membuat sabu,"tanya Hakim yang dijawab saksi, bahwa terdakwa mengaku membuat sabu-sabu karena lebih murah dari pada harus membeli dengan orang lain.

Sementara terdakwa yang diberi kesempatan untuk menanggapi keterangan saksi langsung membantah semua hal yang dijelaskan saksi. "Petugas BNN saat mengeledah kamar saya tidak bertanya apakah alat-alat yang ditemukan dikamarnya untuk membuat barang haram itu," ujar Benjamin Bailer.

Terdakwa juga membantah, saksi menggeledah kamarnya setelah mendapat izin darinya, namun petugas BNN masuk ke kamarnya dengan cara lewat jendela. Sementara sebagaimana tertuang dalam  dakwaan disebutkan, terdakwa ditangkap petugas BNN Bali pada 22 Agustus 2016, Pukul 20.30 Wita di kediamannya Jalan Semer, Perum Puri Wahana Nomor 6, Kerobokan, Kuta Utara Bali, karena kedapatan menyimpan sabu-sabu.

Penangkapan terdakwa bermula dari hasil penangkapan Vicky Monaro (terdakwa dalam berkas terpisah) yang terlebih dahulu ditangkap petugas BNN. Vicky saat ditanya mengaku mendapat barang dari terdakwa secara gratis sebanyak dua klip dengan berat 1,12 gram netto.

Dari informasi itulah, petugas lantas meringkus terdakwa di kediamannya dan berhasil menemukan dua klip sabu-sabu seberat 0,71 gram. Terdakwa yang tidak memiliki izin dari pihak berwenang untuk memiliki, menyimpan dan membuat sabu-sabu itu akhirnya digiring petugas ke polisi. Akibat perbuatannya, terdakwa didakwa pasal berlapis yakni Pasal 114 Ayat 1, Pasal 113 Ayat 1, Pasal 129 huruf a, Pasal 112 Ayat 1 dan Pasal 127 Ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. (SN)