Nusa Penida Ikon Dunia, Pemerintah Diharapkan Tidak Gagal Fokus

Sabtu, 26 November 2016 16:44 Nasional

Bagikan

Nusa Penida Ikon Dunia, Pemerintah Diharapkan Tidak Gagal Fokus
Gubenur Pastika dan Bupati Klungkung beserta Rombongan di Nusa Penida, Sabtu(26/11)(Wn-SN)
Nusa Penida , Semetonnews - Gubernur Bali Made Mangku Pastika memimpin rapat dengan unsur dari 12 kementerian Kabinet Kerja Pemerintahan Jokowi di atas Kapal Bounty Cruise saat dalam perjalanan dari Pelabuhan Benoa ke Nusa Penida, Sabtu (26/11).

Sebelumnya informasi yang diperoleh Semetonnews adalah kedatangan Menteri, namun karena berhalangan, rapat terbatas diwakili oleh sejumlah deputi,  12 diantaranya, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Pertanian,  Kementerian Perikanan dan Kelautan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, Kementerian Keuangan, Kementerian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian  Perekonomian dan Industri, dan Menteri Desa.

Pastika menyampaikan bahwa Nusa Penida selama ini sering gagal dalam merealisasikan berbagai program pemerintah baik pusat hingga daerah. Ia menjelaskan, Nusa Penida saat ini merupakan kecamatan tersendiri dengan luas 20.275 hektar. Ada 16 desa dinas dengan jumlah penduduk 45,380 jiwa hasil survei BPS tahun 2015.

"Ada banyak potensi yang bisa dikembangkan di Nusa Penida. Namun berbagai potensi itu belum bisa digarap secara optimal. Sehingga Nusa Penida masih menjadi salah satu daerah miskin di Bali. Banyak program pemerintah yang gagal. Salah satunya adalah proyek air minum senilai Rp 14 miliar gagal karena persoalan teknis dan tender," ujarnya.

Menurutnya, Nusa Penida sebagai destinasi kunjungan wisatawan internasional masih memerlukan banyak pembangunan sarana dan prasarana tempat wisata,  sehingga dalam pengembangan lokasi wisata baru di Bali dan mewujudkan lama tinggal wisatawan asing. Untuk mencapai target kunjungan wisata per tahun diperlukan kerjasama yang sinergis antara pusat, provinsi dan kabupaten di Bali. 

Tak hanya itu, Nusa Penida menyimpan beberapa potensi antara lain pariwisata alam di darat, laut dan bawah laut. Untuk pariwisata bawah laut selain hamparan terumbu karang terdapat pula ikan mola-mola yang merupakan jenis langka dan hanya ada satu-satunya di Indonesia. Ditambahkanny terdapat pula potensi lahan kering sebagai lokasi pembibitan sapi secara besar-besaran. 

Ada juga potensi rumput laut dengan hasil panen melimpah, sayangnya industri pengolahan tidak bisa dilakukan di Nusa Penida, harus diangkut ke Surabaya. Potensi lainnya adalah industri kerajinan tenun ikat. "Kain tenun ikat di Nusa Penida sudah dipakai oleh banyak mode nasional dan sebagai mode tenun nusantara," ujarnya.

Selain potensi yang bisa dikembangkan, saat ini Nusa Penida kantongi 5 predikat nasional antara lain pertama, sebagai kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN). Kedua, kawasan konservasi perairan yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Ketiga, sebagai salah satu pulau terluar Indonesia yang menjadi prioritas pembangunan tapal batas. Keempat, sebagai desa wisata energi terbarukan. 

Walaupun semuanya gagal, potensi Nusa Penida sebagai desa energi terbarukan sudah sangat terkenal, seperti energi angin, matahari dan arus laut. Kelima, sebagai wilayah pembibitan sapi Bali yang menjadi salah satu lokasi terbesar di Bali. "Predikat ini belum digarap optimal. Kalau digarap betul maka Nusa Penida bukan seperti sekarang ini. 

Makanya para pejabat di kementerian diharapkan setelah mendengarkan penjelasan ini segera mengeksekusi berbagai program yang ada.  "Masih ada banyak masalah yang diharus dihadapi di Nusa Penida selama ini dan masih membutuhkan banyak penanganan dari pusat hingga daerah," ujarnya.

Pembangunan wilayah relatif tertinggal bila dibandingkan dengan Kabupaten Klungkung daratan. Infrastruktur pelayaran juga belum memadai. "Saat ini hanya ada satu kapal Roro ke Nusa Penida yang menjadi tumpuan masyarakat untuk mengangkut bahan pokok, bahan bangunan, kendaraan, bahan bakar dan sebagainya. 

"Makanya kami meminta agar pusat mengirimkan kapal Roro ke Nusa Penida. Rupanya Jembatan Suramadu itu beroperasi membuat kapal Roro menganggur. Coba dikirim ke Bali,"sindir Pastika. Masalah lain banyak proyek energi mangkrak. Padahal biayanya miliaran. Contoh listrik tenaga angin, sekarang tower dan baling-balingnya karat semua dan tidak berfungsi. 

Ada juga masalah abrasi pantai yang semakin terdesak dan butuh penanganan serius. Pembangunan sektor pertanian, peternakan, perikanan belum optimal serta sarana pendidikan dan kesehatan yang masih jauh dari sempurna.

Usai menguraikan persoalan tersebut, Pastika meminta tanggapan dan arahan dari para pejabat wakil12 kementerian yang hadir. Dan akhirnya semua sepakat bahwa berbagai program tersebut akan segera diselesaikan apa yang menjadi kewajiban pemerintah pusat. Rombongan diajak menuju Nusa Penida melihat kondisinya Cristalby, Air Guyangan, dan Patok Terluar Indonesia. Dilanjutkan meninjau Jembatan Kuning dan melihat mangrove. Saat meninjau jembatan kuning yang sempat roboh beberapa waktu lalu, Pastika memberikan santunan 10 juta/orang kepada keluarga para korban jembatan. (SN)