Kementerian Komunikasi dan Informatika Sosialisasi Penggunaan Tanda Tangan Digital di Bali

Senin, 28 November 2016 12:57 Ekonomi Bisnis

Bagikan

Kementerian Komunikasi dan Informatika Sosialisasi Penggunaan Tanda Tangan Digital di Bali
Suasana sosialisasi tanda tangan digital di Sanur, Bali. (Robii/Semetonnews.com)
Denpasar, Semetonnews - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menggelar soialisasi penggunaan  tanda tangan digital pada transaksi elektronik di Hotel Sanur Paradie Plaza, Denpasar, Bali pada Senin (28/11/2016). Acara ini diikuti sekitat 500 peserta, terdiri dari perwakilan pemerintah, lembaga sosial, mahasiswa, akakdemisi dan perwakilan masyarakat lainnya. Bali merupakan provinsi ke 6 dari 11 provinsi yang menjadi sasaran soialisasi penggunaan tanda tangan digital.

Ketua panitia pelaksana soialisasi Riki Arif Gunawan mengatakan dengan tanda tangan digital ke depan masyarakat dapat membuat dokumen legal tanpa lagi menggunakan kertas dan membuat dokumen digital menjadi legal. Selain itu keamanan data elektronik dapat dilindungi secara maksimal karena penggunaan tanda tangan digital. "Dengan tanda tangan digital maka keamanan data dapat dilindungi secara maksimal dan dilindungi undang-undang," kata Riki yang juga merupakan Kepala Sub Direktorat  Teknologi Keamanan Informasi, Kemkominfo RI.

Sementara itu Staf Ahli Menteri Bidang Hukum Kemkominfo Prof. Dr. Henry Subiakto mengatakan tanda tangan digital ini nantinya jadi identitas dengan standar keamanan tinggi. Apalagi dilindungi Undang-Undang (UU) Informasi Transaksi Elektronik (ITE). Tanda tangan digital mengadung data-data yang hanya diketahui pemilik. Ditegaskannya, tanda tangan digital bukanlah tanda tangan basah yang di-scan (dipindai –red) kemudian menjadi tanda tangan digital. 

Tanda digital merupakan sebuah file unik dengan pengamanan Personal Identification Number (PIN) yang digunakan untuk mengidentifikasi seseorang atau entitas secara online yang dikeluarkan oleh Certification Authority (CA). CA mengonfirmasi bahwa tanda tangan tersebut betul betul berasal dari penanda tangan dan dokumen belum diubah.

Bila dianalogikan, CA memiliki peran hampir sama seperti halnya layanan kantor imigrasi yang menerbitkan dokumen passport. Peran sebuah CA adalah untuk memverifikasi dan mengesahkan pemegang identitas digital. Ketika ingin membubuhkan tanda tangan digital pada suatu dokumen digital pemegang tanda tangan digital harus mamasukan PIN terlebih dahulu pada file unik yang tersimpan pada perangkat penyimpan data berupa usb / flashdisc miliknya.

"Dengan tanda tangan digital tidak memungkinkan pihak luar manapun memanipulasi atau menyalahgunakannya," kata Hendry. Tanda tangan digital ke depan dapat digunakan dalam semua transaksi elektronik karena telah memiliki kekuan hukum seperti halnya tanda tangan basah. Seperti tertuang pada UU ITE No. 11 Tahun 2008, pasal 11 dan mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2012 tentang penyelenggaraan sistem dan transaksi elektronik dalam layanan keuangan digital bahwa tanda tangan digital memberikan jaminan kerahasiaan, jaminan integritas, serta jaminan nirsangkal terhadap dokumen dan transaksi elektronik.

"Kalau e-comerce berkembang tapi tidak tingkatkan keamanan maka tidak kompli (tidak setara -red) dengan negara lain. Mereka bisa jadi tidak mau transaksi dengan Indonesia. Tanda tangan digital tidak perlu kop surat atau materai lagi, jadi lebih praktis," ujarnya.

Reporter   : Robinson Gamar