Kemkominfo Targetkan Nilai Transaksi E-Comerce Capai 1.600 Triliun Pada 2020

Senin, 28 November 2016 13:21 Ekonomi Bisnis

Bagikan

Kemkominfo Targetkan Nilai Transaksi E-Comerce Capai 1.600 Triliun Pada 2020
Ilustrasi E-Comerce. (Ist)
Denpasar, Semetonnews - Staf Ahli Menteri Bidang Hukum kementrian komunikasi dan informatika (Kemkominfo) RI Prof. Dr. Henry Subiakto mengatakan transaksi elektronik di Indonesia telah menembus angka fantastis. Pada tahun 2013 silam nilai transaksi telah menembus Rp. 130 trliun. Pada tahun 2016 melonjak drastis menjadi Rp 440 triliun tiap tahunnya. Perkembangan pesat ini tidak lepas dari melonjaknya masyarakat yang menggunakan smartphone.

Hal ini dikatakan Hendi saat membuka soialisasi penggunaan  tanda tangan digital pada transaksi elektronik di Hotel Sanur Paradie Plaza, Denpasar, Bali pada Senin (28/11/2016). Melihat perkembangan ini Kemkominfo bersama presiden di istana beberapa waktu lalu mencanangkan roadmap dengan target nilai e-comerce pada tahun 2020 mendatang mencapai Rp 1.600 triliun. 

"Kemkominfo telah menyiapkan roadmap dengan target nilai traksi e-comerce Rp 1.600 trilun per tahun pada 2020 mendatang,"  kata Henri. karena itu, untuk menunjang tujuan tersebut maka standar keamanan berstraksi secara digital harus terus ditingkatkan. Salah satunya dengan tanda tangan digital.


Negara-negara maju saat ini telah menggunakan standar keamanan transaksi elektronik yang sangat tinggi. Jika standar keamanan transaksi elektronik tidak ditingkatkan maka negara-negara lain akan sangat hati-hati melakukan transaksi elektronik dengan Indonesia. Padahal baik pemerintah maupun praktisi ekonomi di negara maju telah melakukan transaksi dan urusan administrasi berbasis digital, bukan analog. 

"Kita perlu tingkatkan standar keamanan, sebab bisa terjadi kejahatan kalau keamanan tidak terpenuhi," kata Henri.

reporter   : Robinson Gamar