Akibat Status Tak Jelas, Forbides Ngadu Ke Dewan

Kamis, 01 Desember 2016 16:36 Politik

Bagikan

Akibat Status Tak Jelas, Forbides Ngadu Ke Dewan
Suasana Pertemuan di Komisi 1 DPRD Provinsi Bali ( HI- SN)

Denpasar, Semetonnews.com-Belum adanya kejelasan mengenai status, membuat galau para Bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT). Maka dari itu, Bidan PTT yang menamakan diri Forum Federasi Bidan PTT Indonesia (Forbides) Pusat di Bali menggeruduk DPRD Bali.

Ketua Forbides Wayan Nurlaini mengatakan, saat ini ada sekitar 428 Bidan PTT di Bali. Jumlah tersebut sebanyak 424 Bidan PTT telah mengikuti tes pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang digelar pada tanggal 21-23 Juli 2016. Adapun 4 orang menolak untuk mengikuti tes.

Menurutnya, permasalahan bukan hanya persoalanan status saja yang dirasakan oleh para Bidan PTT di Bali. Melainkan juga dampak pada perolehan incomenya. Dimana, saat ini para Bidan PTT hanya mendapat insentif saja.

"Status kami belum jelas. Ini juga berpengaruh pada income kita. Kita hanya dapat insentif saja, sedangkan tugas kita berat. Ini yang buat kita galau tingkat dewa," ujarnya saat beraudiensi dengan Komisi IV DPRD Bali diruang Badan Legislasi (Baleg).

Sama halnya dengan Anggota Forbides Wayan Weni. Ia menambahkan, tugas Bidan PTT sangat besar dan berat. Bahkan, tugasnya bukan saja sebagai bidan. Melainkan sebagai Cleaning Service, Bank Sampah. Kadang juga sebagai Psikiater bagi masyarakat yang memiliki keluhan.

"Tugas kami itu rangkap jabatan. Mulai jadi tukang bersih-bersih, kadang juga jadi Psikiater. Karena kita sendirian disana, jadi ya itu kita lakukan semuanya sendirian," kata Bidan PTT yang bertugas di Pedahan, salah satu kawasan terpencil di Kabupaten Karangasem ini.

Bukan hanya itu, banyak pengalaman yang telah dirinya alami selama bertugas sebagai Bidan PTT di Kabupaten Karangasem. Misalnya, saja membantu salah seorang warga yang melahirkan dibawah jurang. Belum lagi, jarak rumah ke tempat dirinya bertugas menempuh waktu tak kurang dari 1-2 jam perjalanan.

"Saya juga pernah punya pengalaman membantu warga yang melahirkan dibawah jurang. Awalnya saya takut karena digonceng oleh pria berbadan kekar dan tattoan. Dia panggil buat minta tolong bantu orang melahirkan. Saya tanya ke orangnya masih jauh apa nggak, dia bilang sudah dekat gitu terus. Saya takut, tapi ternyata benar ada yang mau melahirkan dibawah jurang," ceritanya. 

Sementara itu, mendengar tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Bali Nyoman Parta mengaku sangat prihatin akan nasib para Bidan PTT yang telah bekerja setulus hati. "Kami sangat prihatin sekaligus mengapresiasi kerja keras para Bidan PTT ini. Sungguh mulia sekali tugas anda semua," katanya didampingi anggota Komisi IV Ketut Mandia.

Selanjutnya, Komisi IV DPRD Bali akan memperjuangkan nasib dan kejelasan dari para Bidan PTT. Parta berjanji akan bersurat dan berkoordinasi dengan Kementrian Kesehatan (Kemenkes) serta Kementrian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) di Jakarta.

"Yang pertama kita akan koordinasikan, kita juga akan bersurat Kemenkes dan Kemenyan-RB tentang kepastian Bidan PTT ini. Kebetulan tanggal 7 Desember ini kami akan ke Jakarta," pungkasnya.

Reporter : Hariz Ibrahim