Tuduhan Makar , Delapan Tokoh Politik Ditangkap Polisi

Jumat, 02 Desember 2016 10:14 Hukum & Kriminal

Bagikan

Tuduhan Makar , Delapan Tokoh Politik Ditangkap Polisi
Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar , (Dok-SN)
Jakarta, Semetonnews, - Ditengah gaduhnya situasi politik nasional, Aparat Kepolisian Daerah Metro Jaya, menangkap delapan politik, menjelang berlangsungnya aksi damai, Jumat(2/12). 

Indonesia Police Watch menilai apa yang dilakukan  Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal M. Iriawan karena telah melakukan penangkapan terhadap delapan tokoh masyarakat menjelang berlangsungnya aksi damai, dianggap berlebihan.

"Aksi penangkapan ini adalah wujud arogansi dan kesewenang-wenangan Kapolda Metro Jaya yang sangat bertolakbelakang dengan sikap Kapolri yang intens melakukan pendekatan dan dialog dengan tokoh-tokoh masyarakat menjelang aksi damai 212. Kapolda Metro Jaya tidak punya dasar hukum yang jelas dalam menangkap kedelapan tokoh itu. Apalagi jika Polda Metro Jaya menangkap mereka dengan alasan telah melakukan upaya makar, yang tolak ukurnya tidak jelas secara hukum," kata Ketua Presidium IPW Neta S. Pane melalui pernyataan tertulis yang diterima Semetonnews.com.

Menurut Neta aksi penangkapan itu tindakan lebay dari Kapolda Metro Jaya. 

Sementara, sebelumnya polisi menciduk sejumlah tokoh sejak dini hari hingga pagi tadi. Mereka dijemput polisi karena diduga terkait aktivitas mereka yang dianggap membahayakan keamanan negara.
Berikut ini nama-nama para tokoh yang diamankan polisi. Calon wakil bupati Bekasi Ahmad Dhani yang diduga melanggar Pasal 207 KUHP. Dia ditangkap di Hotel San Pasific.

Brigadir Jenderal (Purn) TNI Adityawarman Thaha, Mayor Jenderal (Purn) TNI Kivlan Zein, Hatta Taliwang, Ketua Yayasan Bung Karno Rachmawati Soekarnoputri diciduk di kediamannya, jam 05.00  WIB. Ahmad Dhani dan Ratna Sarumpaet diciduk dari Hotel Sari Pan Pasific, Sri Bintang Pamungkas ditangkap di kediamannya, Cibubur. Dan, Jamran.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengonfirmasi penangkapan tersebut. Mereka ditangkap dengan tuduhan akan makar.

"Infonya delapan orang," ujar Boy di lapangan Monas, Jakarta Pusat.

Namun, Boy tidak menyebutkan identitas kedelapan orang tersebut. Dia mengatakan saat ini mereka masih diperiksa.  Penangkapan dilakukan menjelang aksi damai bersama Gerakan Nasional Pendukung Fatwa Majelis Ulama Indonesia yang dipusatkan di Monas. (SN)