Paruman STT Kota Denpasar Kembali Mengecam Kriminalisasi Aktivis Tolak Reklamasi

Senin, 05 Desember 2016 12:21 Politik

Bagikan

Paruman STT Kota Denpasar Kembali Mengecam Kriminalisasi Aktivis Tolak Reklamasi
Paruman STT Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ist-SN)


Denpasar, Semetonnews - Paguyuban Sekaa Teruna Teruni (STT) Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa mengadakan Paruman Sekaa Teruna Teruni Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa yang berada di Kota Denpasar. Paruman (rapat) tersebut digelar selama satu hari penuh di Lapangan Bulu Tangkis Indoor, Banjar Adat Buruan, Jalan Danau Batur, Sanur pada tanggal 4 Desember 2016 dengan melibatkan sebanyak 109 STT. Acara paruman STT tersebut dibuka dengan pekikan tolak reklamasi Teluk Benoa oleh Jero Bendesa Sanur dan diikuti oleh seluruh peserta paruman STT. Paruman tersebut diadakan untuk menentukan kepengurusan Paguyuban STT Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa di wilayah Kota Denpasar.


I Wayan Gede Sugiartha Selaku Ketua Panitia acara paruman ini menyampaikan, STT yang diundang dalam acara paruman ini merupakan STT yang tegas menolak rencana reklamasi Teluk Benoa. “STT yang terlibat dalam paruman ini merupakan STT yang dengan tegas menolak rencana reklamasi Teluk Benoa. Dengan mendirikan baliho, surat pernyataan sikap dan/atau berita acara hasil rapat STT yang menyatakan menolak rencana reklamasi Teluk Benoa” ucapnya dalam sambutan.


A.A Ngurah Anom Sanjaya, Koordinator Paguyuban STT Bali Tolak reklamsi Teluk Benoa menyampaikan bahwa pentingnya paruman ini diadakan untuk mempermudah koordinasi. Anom juga menjelaskan, paruman tersebut perlu diadakan mengingat Investor terus memaksaakan kehendaknya untuk memuluskan rencana reklamasi Teluk Benoa. “Koordinasi ini dibutuhkan karena pihak investor bersama penguasa terus berupaya memuluskan rencana reklamasi Teluk Benoa. dan dalam waktu yang sama upaya kriminalisasi juga dilakukan untuk mengendurkan semangat kita para pemuda yang secara tegas menolak rencana reklamasi Teluk Benoa. dan kita mengecam upaya kriminalisasi terhadap aktivis ForBALI termasuk upaya pemaksaan reklamasi Teluk Benoa” tegasnya.


Anom juga menjelaskan sampai saat inipun upaya pembungkaman terus dilakukan, bahkan ia menjelaskan kejadian perobekan baliho kembali terjadi dan menimpa Desa Adat Kedonganan yang terjadi pada tanggal 3 Desember 2016. Merespon kejadian tersebut, Ia mengajak kawan-kawan paruman agar terus melakukan aksi penolakan rencana reklamasi Teluk Benoa dan jangan pernah takut dengan intimidasi. “jangan pernah takut dengan intimidasi karena apa yang kita lakukan ini kita yakini benar. Tidak ada lagi ruang negosiasi kepada penguasa dan investor yang terus ingin memperkosa Teluk Benoa dengan cara mengurugnya”. Ucapnya.

 
Ida Bagus Paramartha, SH.,MM, Bendesa Pakraman Sanur menyampaikan apresiasinya atas diadakannya acara paruman tersebut. Dalam sambutannya, Bendesa Pakraman Sanur juga menyampaikan untuk terus memperjuangkan dan membela tanah kelahiran. “Di dalam proses perjuangan yang penting sebenarnya adalah membela tanah kelahiran kita yang diobok-obok oleh orang lain tanpa seijin kita” ujarnya.
 

Paramartha juga menjelaskan tujuan perjuangan yang saat ini dilakukan tegas yakni untuk menolak rencana reklamasi Teluk Benoa, meminta pembatalan Perpres Nomor 51 tahun 2014 dan menuntut dikembalikan status konservasi Teluk Benoa untuk tetap menjaga kawasan suci. “dalam kesempatan ini saya ucapkan selamat berjuang untuk adik-adik semua dan mari terus tuntut pemerintah untuk membatalakan Perpres Nomor 51 tahun 2014 dan menuntut dikembalikan status konservasi Teluk Benoa” ujarnya.

 
Di dalam paruman yang berlangsung selama satu hari tersebut, Paruman Paguyuban Sekaa Teruna Teruni (STT) Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa wilayah Kota Denpasar menghasilkan keputusan penting dengan terpilihnya Koordinator Paguyuban Sekaa Teruna Teruni (STT) Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa Wilayah Kota Denpasar.