Indonesia Menang Vietnam Menangis, Mampukah Taklukan Thailand ?

Rabu, 07 Desember 2016 23:13 Sport & Life Style

Bagikan

Indonesia Menang  Vietnam Menangis, Mampukah Taklukan Thailand ?
Gol Stefano Lilipaly , pada Menit 54 (sn)

Hanoi, Semetonnews - Publik tanah air kembali bernafas lega, timnas Indonesia akhirnya bisa lolos ke final Piala AFF setelah menahan Vietnam 2-2, dalam laga kedua semifinal Piala AFF di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Rabu malam. Hasil seri itu memastikan Indonesia meraih kemenangan agregat 4-4.


Indonesia yang mampu unggul lebih dahulu lewat Stefano Lilipaly pada menit ke-54. Vietnam, yang kehilangan kipernya karena kartu merah, justru berbalik unggul lewat gol Vu Van Thanh dan Vu Minh Tuan. Untungnya di babak perpanjangan waktu, timnas bisa menyamakan kedudukan lewat penalti Manahati Lestusen.


Dari keberhasilan ke final ada sejumlah hal penting disimak yakni pemain, pelatih, kevakuman PSSI, dan peluang,  Boaz Solossa sangat berperan untuk timnas. Kapten Boaz selalu menjadi penentu bagi Indonesia. Di laga ini, gol Lilipaly tercipta lewat umpannya kaki kanannya. Pemain Asal Persipura ini total menyumbang 3 gol buat Tim Merah-Putih di turnamen ini. Adalah peran Pelatih Alfred Riedl ia sempat melakukan perjudian yang aneh di laga ini. Ia menarik Boaz--bersama Andik Vermansyah dan Lilipaly-- di babak kedua. Langkah itu sempat memicu kekhawatiran karena Indonesia kemudian berbalik tertinggal 2-1. Untungnya, akhir buruk tak terjadi. Gol penalti di babak perpanjangan waktu bisa meloloskan Indonesia.


Dan, Riedl ternyata merupakan alternatif yang tak buruk.  Ternyata Ia ditunjuk sebagai pilihan yang paling gampang dan masuk akal di tengah transisi saat kevakuman kepengurusan terjadi setelah PSSI dihukum Kemenpora. Pria asal Austria ini ternyata mampu membuat kejutan di tengah kepastian bahwa kontraknya takkan diperpanjang. Ini kali kedua ia membawa timnas ke final setelah pada 2010. Bila bisa mengantar Indonesia menjadi juara, bukan mustahil nasibnya akan berubah dan ditawari kontrak baru. Yang terkahir, Final ini sebuah kesempatan emas bagi timnas untuk melakukan penebusan. Pada empat final sebelumnya, mereka selalu gagal jadi juara. Kini kesempatan lain datang menyapa. Peluang untuk merebut trofi untuk pertama kalinya pun terbuka lebar, meski kemungkinan harus melawan Thailand di partai puncak nanti.(SN/Uc)