Jurnalis Sikka Dan Tokoh Agama Gelar Doa Bersama Untuk Aceh Dan Bandung

Jumat, 09 Desember 2016 21:37 Nasional

Bagikan

Jurnalis Sikka Dan Tokoh Agama Gelar Doa Bersama Untuk Aceh Dan Bandung
Acara Doa Bersama Awas dan Tokoh Agama Sikka, Jumat(10/12) Malam. (SN)
Maumere , Semetonnews - Gempa di Aceh dan Intoleransi ibadah di Bandung, menggerakkan ratusan umat lintas agama dan etnis di Maumere, Kabupaten Sikka, NTT menggelar doa bersama. 




Acara doa bersama digelar oleh Jurnalis Sikka yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Sikka (AWAS),  kegiatan ini mengusung tema Pray for Indonesia, acara digelar  bersama 3 tokoh agama yakni Pater Yance pemuka agama Katolik, Haji Abdul Wahab Rasyid pemuka agama Islam yang juga Ketua MUI Sikka, dan Ketut pemuka agama Hindu. Doa bersama berlangsung di Jalan Ahmad Yani, persis di depan Kantor Bupati Sikka, Jumat (9/12).



Ratusan elemen pun turut  hadir,  diantaranya PMKRI Maumere, PMII Sikka, Remaja Masjid, Pemuda GMIT, Wanita Katolik RI (WKRI), komunitas sepak bola, para pelajar dan mahasiswa. Hampir semua etnis dan umat agama terlibat dalam kegiatan yang berlangsung kurang lebih dua jam itu. 

Acara doa bersama ini dikemas sangat sederhana. Masing-masing pemuka agama diberikan kesempatan membawakan renungan yang sifatnya berisikan seruan kebangsaan. Abdul Wahab Rasyid mengatakan toleransi beragama di Kabupaten Sikka sudah cukup jauh berlangsung. Muslim yang jumlahnya sedikit di daerah ini tidak merasa minoritas, demikian pun Katolik tidak menganggap diri sebagai mayoritas. "Toleransi seperti ini, terangnya, harus dipertahankan dan ditingkatkan sehingga bisa menjadi contoh untuk daerah-daerah lain," Ujar Rasyid. 

Vicky da Gomez mewakili Awas mengatakan jurnalis di Sikka menjadi garda terdepan untk menjaga kebhinekaan di negara ini. Dia juga meminta masyarakat untuk mendoakan sesama saudara di Aceh yang sedang terkena gempa bumi. " Doa yang tulus, sekiranya bisa meringankan beban penderitaan warga di Aceh,"katanya.

Usai kegiatan, semua ramai-ramai foto bersama sambil meneriakan NKRI harga mati. Tampak seorang muslimah yang masih muda usia meneteskan air mata melihat tingginya toleransi beragama di Kabupaten Sikka.(SN)